Suara.com - Timnas Italia menghadapi timnas Inggris dalam final Euro 2020 manakala pencarian sukses tingkat benua mencapai puncaknya Senin (12/7/2021) dini hari esok di Stadion Wembley.
Kedua tim memulai laga dengan kepercayaan tinggi di mana Azzurri tak terkalahkan dalam 33 pertandingan, sedangkan Three Lions baru sekali kebobolan selama turnamen ini.
Pertandingan nanti itu diperkirakan berjalan sengit dan akan diwarnai duel-duel besar di antara para pemainnya. Dan laman UEFA-Euro 2020 menampilkan tiga duel paling sengit dalam laga final Euro 2020 nanti itu.
Federico Chiesa vs Luke Shaw
Luke Shaw amat mematikan manakala merangsek dari kiri lapangan, terutama saat melawan Jerman dan Ukraina. Dia menjadi pencipta peluang paling banyak di kubu Inggris dengan sembilan peluang. Namun dalam final nanti, pemain Manchester United tersebut mungkin harus lebih memperhatikan lagi pertahanan karena harus menghadapi Federico Chiesa yang sedang dalam performa terbaiknya.
Penyerang Juventus itu menghadirkan energi dan kecepatan, belum termasuk tembakan tajam seperti dari dua golnya dalam turnamen ini: tendangan laser dari sudut sempit ketika menghadapi Austria dalam babak 16 besar, kemudian tendangan melengkung sempurna ketika menyingkirkan Spanyol dalam semifinal.
Pemain berusia 23 tahun itu sudah membuktikan diri sebagai pemain besar di level klub dengan mencetak gol-gol penting untuk Juventus dalam Liga Champions UEFA dan final Coppa Italia musim lalu.
Akankah dia juga meninggalkan jejaknya di pertandingan terbesar dalam karirnya ini? Jika ya, maka Shaw mungkin menghadapi kekecewaan serupa seperti dalam semifinal ketika tugas membendung Martin Braithwaite telah membatasi dampaknya kepada serangan Inggris.
Giovanni Di Lorenzo vs Raheem Sterling
Baca Juga: Adu Tajam Harry Kane vs Ciro Immobile, Siapa yang Tersenyum di Final Euro?
Ketika Raheem Sterling berlaga dalam semifinal Piala Dunia FIFA 2018 bersama Inggris, setelah memimpin Manchester City meraih gelar Liga Premier dengan 18 golnya, Giovanni Di Lorenzo yang satu tahun lebih tua dari dia, menyaksikan turnamen itu dari rumahnya di Tuscany.
Bek kanan itu baru saja promosi dari Serie B bersama Empoli. Baru setahu sebelumnya dia bermain di divisi tiga Italia bersama Matera, tim dari kota spektakuler di Italia selatan yang terkenal berkat Città dei Sassi (Kota Batu), namun bukan kekuatan sepakbola.
Di Lorenzo memulai turnamen ini sebagai pemain skuad tetapi terus cemerlang sejak Alessandro Florenzi mengalami cedera betis pada pertandingan pembuka melawan Turki, dengan mempersembahkan serangkaian penampilan yang solid.
Malam tersulitnya hingga saat ini adalah saat menghadapi pemain muda Belgia Jeremy Doku. Pada diri Sterling, dia akan menghadapi penyerang yang berasal dari kelas yang berbeda, yakni seorang pemain terbaik dalam turnamen ini yang menghadapi para bek lebih sering ketimbang pemain mana pun dalam EURO ini (29 kali).
Gol Sterling bisa menjadi tirai yang membuka gawang Italia, mengingat Inggris tak pernah kalah ketika dia yang mencetak gol. Jadi, Di Lorenzo kali ini sangat membutuhkan sedikit bantuan dari rekannya, bek tengah Leonardo Bonucci.
Jorginho vs Mason Mount
Jorginho dan Mason Mount saling mengenal luar dalam karena keduanya sama-sama mengantarkan Chelsea menjuarai Liga Champions enam pekan silam. Akankah sama-sama sudah saling tahu itu membuat untung kedua tim? Jawabannya sulit.
Tentu saja Mount menyadari bahwa permainan Italia melewati kaki dan otak rekan satu timnya di Stamford Bridge itu, tetapi Jorginho juga sangat menghormati pemain berusia 22 tahun tersebut yang dia gambarkan "selalu berada pada posisi tepat" dan seorang pemain yang "bekerja demi seluruh tim".
Mount adalah pesepakbola cerdas yang mampu menemukan ruang dan juga cerdas dalam penguasaan bola (lihat saja usahanya dalam membantu mengunci Luka Modric ketika Chelsea melawan Real Madrid musim lalu).
Dia jelas mendapatkan kepercayaan tinggi dari Southgate, dan setiap pertemuan langsung dengan Jorginho akan menciptakan adu kecerdasan yang menarik karena kedua pemain berusaha masuk grup sembilan pemain yang memenangkan trofi EURO dan sekaligus Liga Champions dalam tahun yang sama. (Antara)
Berita Terkait
-
Tottenham Ingin Rekrut Kembali Mauricio Pochettino
-
Fantastis! Anak Wayne Rooney Cetak Quattrick, Bawa Manchester United Menang 6-4
-
Gol Semata Wayang, Virgil van Dijk Jadi Pahlawan Kemenangan Liverpool atas Sunderland
-
Singkirkan Bologna, Lazio Melaju ke Semifinal Piala Italia 2025/2026
-
Emil Audero Ungkap Alasan Lanjutkan Laga Saat Jadi Korban Petasan Lawan Inter Milan
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Tajam! Fabio Capello Sebut Cristiano Ronaldo Tak Punya Otak Jenius seperti Messi
-
Kembali Lawan Persipal Palu, Kendal Tornado FC Pantang Remehkan Lawan
-
Setelah Franck Ribery, Nama Benzema Juga Muncul di Epstein File? Otoritas Hukum AS Bilang Begini
-
Main 7 Menit Saat Persib Bandung Dibantai, Layvin Kurzawa Catat Rekor Apik, Kok Bisa?
-
Persib Bandung Berantakan Dibantai Ratchaburi FC, Bojan Hodak Akui Lawan Jauh Lebih Baik
-
Duet Nova Arianto dan Sofie Imam Dampingi John Herdman, PSSI Cari Tambahan Pelatih Lokal Lagi
-
Raja Assist Super League, Waktunya Ezra Walian Kembali ke Timnas Indonesia di Era John Herdman?
-
Skenario Persib Bandung Lolos Final ACL Usai Dihajar Ratchaburi, Masih Ada Harapan di Leg Kedua?
-
Persib Tak Berdaya di Hadapan Ratchaburi FC, Bojan Hodak Minta Maaf
-
Semalam Dibantai, Bojan Hodak Kecewa ke Thom Haye cs