- Gelandang muda LOSC Lille, Ayyoub Bouaddi, memutuskan membela timnas Maroko satu jam sebelum pengumuman skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026.
- Keputusan mendadak pemain berusia 18 tahun tersebut menjadi pukulan berat bagi Federasi Sepak Bola Prancis yang telah lama mengandalkannya.
- Federasi Sepak Bola Maroko berhasil merekrut Bouaddi berkat sistem pengembangan pemain muda mereka yang kini dinilai sangat terstruktur dan menjanjikan.
Suara.com - Drama mengejutkan terjadi di balik layar pengumuman skuad Timnas Prancis untuk Piala Dunia 2026.
Salah satu talenta muda paling bersinar di Eropa, Ayyoub Bouaddi secara dramatis memutuskan untuk membelot dan memilih membela tim nasional Maroko, hanya satu jam sebelum daftar pemain dirilis.
Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), yang telah lama memproyeksikan gelandang berusia 18 tahun itu sebagai aset masa depan Les Bleus.
Ayyoub Bouaddi yang merupakan rekan setim bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk di LOSC Lille, sebenarnya adalah produk asli dari sistem pembinaan timnas Prancis.
Ia telah secara rutin tampil di level junior sejak 2022 dan bahkan sudah mengoleksi 10 penampilan untuk timnas U-21.
Statusnya sebagai kapten timnas U-21 pada jeda internasional Maret lalu semakin menegaskan betapa besarnya kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Namun, semua harapan itu sirna dalam sekejap. Tepat sebelum pelatih Didier Deschamps mengumumkan 26 nama yang akan diboyong ke Piala Dunia, media Prancis mengonfirmasi bahwa Bouaddi telah resmi memilih untuk membela Maroko, negara asal kedua orang tuanya.
Reporter L'Equipe, Hugo Guillemet bahkan menyebut langkah ini sebagai sebuah kudeta besar dari Maroko.
"Ini adalah kerugian bagi FFF, yang mengandalkan Bouaddi, yang sudah menjadi andalan tim Espoirs dan kepada siapa Gerald Baticle telah mempercayakan ban kapten," kata Guillemet dikutip dari Sportbible.
Baca Juga: Prediksi Starting XI Brasil di Piala Dunia 2026: Tanpa Nomor 9 Murni, Andalkan Taktik Agresif!
Pihak Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) pun dengan bangga mengonfirmasi 'kemenangan' mereka.
Maroko menilai keberhasilan ini tak lepas dari proyek pengembangan sepak bola mereka yang kini semakin menarik bagi para pemain keturunan.
"Maroko kini menawarkan salah satu sistem pengembangan sepak bola yang paling terstruktur, terlihat, dan menjanjikan. Talenta muda menemukan peluang untuk berkembang, lingkungan berkinerja tinggi, dan prospek olahraga yang memenuhi standar internasional tertinggi," kata juru bicara FRMF.
Kehilangan Bouaddi terasa sangat menyakitkan bagi Prancis karena potensinya yang luar biasa.
Komentator sepak bola Eropa, Andy Brassell bahkan tak ragu membandingkannya dengan legenda seperti Wayne Rooney dan bintang muda Jude Bellingham.
"Dia fantastis. Dia jelas bukan pemain yang sama seperti Wayne Rooney, tetapi ada sedikit kemiripan Rooney atau Jude Bellingham padanya. Dia jarang kehilangan bola, bisa menutup ruang dari kotak penalti ke kotak penalti lain, dan sangat disiplin secara taktik," ujar Brassell.
Dengan lebih dari 90 penampilan di level senior bersama Lille, keputusan Bouaddi ini tidak hanya menjadi kemenangan besar bagi Maroko, tetapi juga kerugian masif bagi masa depan Prancis.
Berita Terkait
-
Lolos Piala Dunia, Pundit Belanda Justru Sebut Curacao Akan Kalah Jika Lawan Timnas Indonesia Lagi
-
Mengenal Lebih Dalam 4 Debutan Piala Dunia 2026: Cape Verde, Curacao, Yordania, Uzbekistan
-
Kapten Timnas Prancis U-21 Bela Maroko di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Kaoru Mitoma Dicoret dari Timnas Jepang untuk Piala Dunia 2026?
-
Prediksi Starting XI Inggris di Piala Dunia 2026: Tiga Singa Kental Aroma Manchester City
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
ABM LOC Pastikan Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia Siap Digelar di Stadion Manahan
-
Paraguay Singkirkan Jerman di Piala Dunia 2026, Gustavo Alfaro Bongkar Kunci Suksesnya
-
Resmi Gabung Persija Jakarta, Aqil Savik: Tujuan yang Tepat!
-
Maxwell Resmi Tinggalkan Indonesia, Eks Striker Persija Tidak Gabung Persib Bandung
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia