Suara.com - Pemerintah Indonesia resmi melarang warga negara asing (WNA) termasuk tenaga kerja asing (TKA) masuk ke wilayah NKRI per 21 Juli 2021 sebagai usaha menekan penyebaran Covid-19.
Lalu bagaimana nasib pelatih Timnas Indonesia asal Korea Selatan Shin Tae-yong yang saat ini masih berada di negara asalnya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
PSSI menjadwalkan Shin Tae-yong bisa kembali ke Indonesia pada 5 Agustus mendatang. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, berharap pelatih 52 tahun itu tetap diperbolehkan memasuki wilayah Indonesia.
"Semoga Shin Tae-yong masih bisa masuk Indonesia," kata Yunus Nusi saat dihubungi oleh awak media, Kamis (22/7/2021) malam.
Situasi seperti ini bukan yang pertama kali dihadapi Shin Tae-yong. Pada Juli 2020, hal serupa juga terjadi tetapi dirinya bisa masuk Indonesia karena bagian dari proyek strategis nasional.
Dalam Permenkumham Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pembatasan Orang Asing Masuk ke Wilayah Indonesia Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, ada beberapa pihak yang tetap boleh masuk ke wilayah Tanah Air.
Beberapa diantaranya adalah orang asing pemegang visa diplomatik/visa dinas, orang asing pemegang izin tinggal diplomatik/izin tinggal dinas, dan orang asing pemegang izin tinggal terbatas/izin tinggal tetap.
Selain itu ada lagi awak alat angkut yang datang dengan alat angkutannya. Lalu terakhir orang asing tujuan kesehatan dan kemanusiaan yang mendapat rekomendasi dari Kementerian/lembaga yang menyelenggarakan fungsi penanganan Covid-19.
Terkait hal ini Yunus menyebut akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) supaya Shin Tae-yong dan staf mendapat pengecualian.
Baca Juga: PSSI Belum Tahu Elkan Baggott Dipanggil TC Timnas Indonesia atau Tidak
"Kami akan konsultasikan hal ini ke Pak Menpora. Bisa saja Shin kembali ke sini sebab kami memakai Inpres Nomor 3 tahun 2019," pungkasnya.
Rencananya, Shin Tae-yong akan kembali bekerja memimpin training camp (TC) Timnas Indonesia pada awal Agustus 2020. TC disiapkan untuk menghadapi babak play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 melawan Taiwan.
Berita Terkait
-
Kerja Sama dengan Polri, PSSI: Jangan Macam-macam, Tidak Boleh Lagi Atur Skor dan Suap
-
Syahrian Abimanyu Masuk Skuat JDT untuk Liga Super Malaysia, Gantikan Kapten Singapura
-
PSSI Pastikan Indonesia Batal Gelar Laga Grup C Kualifikasi Piala Asia Putri
-
Soal Liga 1, Pelatih Persib Bandung Tunggu Arahan PSSI dan PT LIB
-
4 Stadion Bersejarah yang Beri Gelar untuk Timnas Indonesia
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah