Suara.com - Juara cabang olahraga sepak bola di Olimpiade belakangan ini didominasi negara-negara ternama seperti Brasil dan Argentina. Namun, catatan apik pernah dibuat negara asal Afrika, Nigeria.
Hingga Olimpiade Tokyo 2020, Nigeria masih tercatat sebagai satu-satunya negara dari benua hitam yang pernah merasakan emas dari sepak bola di pesta olahraga terakbar itu.
Nigeria atau biasa dijuluki Super Eagles meraih emas Olimpiade 1996 yang digelar di Atlanta, Amerika Serikat.
Pada tahun tersebut, Nigeria dihuni oleh pemain-pemain yang akan menjadi bintang sepak bola masa depan seperti Jay Jay Okocha, Celestine Babayaro, Nwankwo Kanu, dan Taribo West.
Saat itu, dengan materi pemain yang belum memiliki nama besar, Nigeria tak diunggulkan sama sekali di cabor sepak bola Olimpiade 1996.
Terlebih, Super Eagles tergabung di grup neraka bersama Brasil, Jepang dan Hungaria. Alhasil cap sebagai tim pelengkap mampir kepada Nigeria di Olimpiade 1996.
Namun di luar dugaan, Nigeria berhasil lolos dari babak grup bersama Brasil dan menembus perempat final. Di babak tersebut, mereka menantang Meksiko dan menang dengan skor 2-0.
Kehebatan Nigeria berlanjut di semifinal kala berjumpa dengan Brasil. Melawan tim Selecao yang dihuni Roberto Carlos, Bebeto, Ronaldo, Dida dan Rivaldo, Super Eagles kembali membuat kejutan.
Nigeria menang dengan skor 4-3 lewat Golden Goal Nwankwo Kanu di Extra Time tepat di menit ke-94. Kemenangan itu masih dikenang hingga sekarang dengan lagu ‘When Nigeria Beat Brazil’ yang dinyanyikan pendukung Super Eagles.
Baca Juga: Atlet Voli Pakai Bikini, Anggota DPR: Matikan TV karena Islam Haramkan Tonton Aurat
Di partai puncak, Nigeria bertemu Argentina yang dibela Javier Zanetti, Roberto Ayala, Ariel Ortega hingga Hernan Crespo.
Lagi-lagi Nigeria menang dan berhasil merebut emas lewat gol Emmanuel Amunike di menit akhir waktu normal yang Argentina takluk dengan skor 3-2.
Lewati Rintangan Sepanjang Turnamen
Layaknya kisah manis para pemenang lainnya, langkah Nigeria meraih medali emas di Olimpiade 1996 juga dibarengi dengan rintangan yang tak berujung.
Dalam menjalani Olimpiade 1996, para pemain Super Eagles bahkan rela patungan demi menyewa bus yang seharusnya disediakan penyelenggara ataupun pemerintah Nigeria.
Lalu, rintangan berlanjut di hotel tempat mereka menginap di mana staf hotel enggan mencuci baju ataupun jersey Nigeria karena maraknya isu HIV/AIDS kala itu.
Tag
Berita Terkait
-
Kontroversi Spanduk Malvinas, Argentina Pasrah Disanksi FIFA
-
Resmi! Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Dukung Argentina Juara Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026: Spanyol dan Dialektika Tiki-Taka yang Mengubah Sejarah
-
Spanyol Siapkan Senjata Taktik Fleksibel demi Tumbangkan Argentina di Final Piala Dunia 2026
-
Terancam Sanksi FIFA, Argentina Diinvestigasi usai Selebrasi Kontroversi
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan