Bola / Bola Dunia
Minggu, 08 Agustus 2021 | 11:04 WIB
Fans Liverpool identik dengan angka 96. (PAUL ELLIS / AFP)

Suara.com - Bagi pendukung setia Liverpool, angka 96 bisa dibilang jadi sebuah simbol. Angka tersebut ternyata menyimpan makan yang mendalam. 

Merujuk dari berbagai sumber, angka 96 merujuk pada jumlah korban yang meninggal dunia akibat Tragedi Hillsborough, sebuah peristiwa memilukan yang terjadi pada 15 April 1989.

Pada peristiwa itu, terjadi insiden yang mengakibatkan kematian penonton sepak bola karena saling berjejalan. 

Insiden itu terjadi pada pertandingan semifinal Piala FA yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest di kandang Sheffield Wednesday di Kota Sheffield, Inggris. 

Bagi publik Inggris, ini menjadi bencana kecelakaan di stadion yang menelan korban tertinggi dalam sejarah olah raga mereka.

Saat itu, terjadi penumpukan penonton yang mengakibatkan over kapasitas di bagian tribune Leppings Lane. Pada laga itu, tribune ini memang dikhususkan bagi pendukung Liverpool.

Momen ini sebetulnya sudah sangat jelas sejak awal bahwa kepadatan akan menjadi masalah dengan tingginya jumlah pendukung yang akan masuk. Seorang petugas kepolisian sebetulnya sudah mengirim informasi agar pertandingan ditunda. 

Suporter Liverpool saat memberikan dukungan kepada skuatnya saat menghadapi AS Roma di leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Olimpico, Roma, (2/5/2018). Alberto PIZZOLI / AFP

Ini dilakukan untuk memastikan bahwa para pendukung bisa memasuki stadion dengan aman. Sayangnya, permintaan polisi itu ternyata ditolak.

Akhirnya, fans terus mengalir ke Hillsborough dalam jumlah yang besar. Polisi pun tak campur tangan untuk membendung kerumunan ii.

Baca Juga: 5 Top Bola Sepekan: Inter Milan Beri Ucapan Selamat pada Greysia Polii atas Emas Olimpiade

Semakin banyak orang yang memasuki tribune, dan memaksa orang-orang yang sudah berada di depan semakin tertekan. Dengan kondisi ini, suporter yang berada di tribune Leppings Lane semakin terjepit akibat dorongan dari suporter yang baru masuk.

Akibatnya, banyak korban yang terdiri dari lak-laki, perempuan, dan anak-anak mengalami cedera fatal karena terdesak dan kemudian berbenturan dengan pagar pembatas.

Mereka sudah berusaha untuk melompati pagar untuk masuk ke lapangan agar terbebas dari kondisi ini.

Beberapa fans bisa beruntung karena mampu membebaskan diri. Sementara beberapa fans lainnya sudah mengalami sesak napas karena kehabisan oksigen.

Wasit yang memimpin pertandingan saat itu memutuskan untuk meniup peluit sebagai tanda berakhirnya pertandingan, meski baru berjalan sekitar lima menit.

Dari 756 korban yang dilaporkan saat itu, 96 di antaranya meregang nyawa. Jumlah ini terdiri dari 89 laki-laki dan 7 orang perempuan.

Load More