Suara.com - Di sepak bola, rekan satu tim biasanya kental dengan chemistry dan keakraban. Namun, ada saja momen yang membuat terjadinya keretakan hingga berujung pertengkaran di atas lapangan.
Pertengkaran di atas lapangan dalam sepak bola biasanya terjadi dengan lawan bermain. Hal ini tak lepas dari panasnya tensi pertandingan.
Konflik atau pertengkaran di dalam sepak bola biasanya terjadi karena permainan kasar lawan. Selain itu, sifat mengulur-ulur waktu dan kurang kompetennya wasit juga menjadi salah satu pemicu keributan di atas lapangan.
Tak pelak, keributan yang terjadi biasanya berakhir adu jotos antara kedua pihak yang bermain. Hal ini sendiri tak ayal merusak misi sepak bola yang selalu mengusung tema Fair Play.
Meski demikian, keributan tak hanya terjadi antara kedua pihak. Terkadang keributan juga terjadi hanya dari satu pihak atau rekan satu tim.
Berikut 6 momen ketika rekan satu tim bertikai saat bertanding.
1. Emmanuel Adebayor dengan Nicklas Bendtner (Arsenal)
Pertikaian antara rekan setim pernah terjadi di Arsenal, tepatnya pada 2008 lalu saat The Gunners bertemu dengan Tottenham Hotspur di derby London Utara.
Saat itu, Arsenal yang tengah dalam posisi menyerang setelah mendapat tendangan sudut dibuat kaget dengan pertikaian yang melibatkan dua penyerangnya, Emmanuel Adebayor dan Nicklas Bendtner.
Baca Juga: Ketahuan Pesta Seks di Stadion, Pemain Bola Norwegia Dipecat
Dalam pertikaian itu, Bendtner mengalami luka di wajah dan hidungnya karena ditanduk Adebayor.
Dalam satu versi disebutkan bahwa pertikaian ini tercipta karena Adebayor yang turun sebagai pemain pengganti di laga itu memanas-manasi Bendtner yang disebutnya tak becus sehingga ia harus turun dari bangku cadangan.
2. Hugo Lloris dengan Son Heung-min (Tottenham Hotspur)
Masih dari London Utara, kali ini duo Tottenham Hotspur yakni Hugo Lloris dan Son Heung-min yang bertikai di lapangan.
Pertikaian itu terjadi di laga melawan Everton, tepatnya setelah babak pertama berakhir dan skuat Spurs hendak menuju lorong ke kamar ganti.
Nampak Lloris berlari mengejar Son Heung-min yang tengah berjalan. Bahkan, kiper asal Prancis ini menunjukkan ekspresi marah. Melihat hal itu, sebagian pemain Tottenham melerai keduanya.
Diketahui pertikaian ini terjadi karena Lloris merasa Son tak membantu pertahanan yang menghasilkan peluang untuk penyerang lawan.
3. Oguchi Onyewu dengan Zlatan Ibrahimovic (AC Milan)
Duo raksasa milik AC Milan ini pernah berseteru namun bukan di pertandingan, melainkan di sesi latihan Rossoneri.
Pertikaian di sesi latihan ini terjadi karena Ibrahimovic dianggap melakukan aksi berlebihan ke Onyewu dan membuat sang pemain naik pitam.
Di versi lainnya disebutkan, Onyewu kesal dengan ucapan Ibrahimovic dan membalas ucapan itu dengan tekel keras. Sehingga pertikaian tak terelakkan.
Dengan postur keduanya yang tinggi menjulang yakni 193 dan 195 sentimeter, perkelahian keduanya pun sulit dipisahkan.
Bahkan, Gennaro Gattuso kala itu coba melerainya. Namun ia malah mendapat pukulan. Alhasil, butuh setidaknya lima orang untuk memisahkan kedua raksasa ini.
4. Ousmane Dabo dengan Joey Barton (Manchester City)
Joey Barton dikenal sebagai pemain temperamen yang tak segan melakukan tindakan kasar ke lawannya saat bermain.
Tak hanya ke lawan, tindakan kasar Joey Barton ternyata juga pernah ia tunjukkan ke kawan atau rekan satu timnya, salah satunya Ousmane Dabo.
Kejadian itu terjadi di tahun 2007 saat keduanya membela Manchester City. Diketahui, pertikaian terjadi di sesi latihan. Barton menyebut Dabo menamparnya, sedangkan Dabo menyebut hanya mendorong Barton saat berlatih.
Akibat pertikaian ini, Dabo mengalami luka parah di mana diduga retina mata kirinya sobek karena pukulan Barton.
5. Lee Bowyer dengan Kieron Dyer (Newcastle United)
Di tahun 2005, seluruh pihak di Newcastle United naik pitam karena ulah Lee Bowyer dan Kieron Dyer yang bertengkar di atas lapangan saat bertanding.
Kala itu Newcastle yang berstatus tuan rumah, tengah bertanding melawan Aston Villa dan dalam posisi tertinggal. Dalam posisi tertinggal itu, malah kedua pemainnya bertengkar di atas lapangan.
Disebutkan pertengkaran ini terjadi karena Dyer tak mau memberi bola ke Bowyer. Dyer beralasan ada pemain yang lebih kosong, namun Bowyer tak terima.
Alhasil keduanya bertikai dan mendapat kartu merah. Parahnya, kartu merah keduanya merupakan kartu merah ketiga Newcastle di laga itu karena sebelumnya Steven Taylor telah mendapat kartu merah.
Tak pelak Newcastle harus bermain dengan delapan orang di laga tersebut dan menerima kekalahan di kandang dari Aston Villa dengan skor 0-3.
6. Kerem Akturkoglu dengan Marcao (Galatasaray)
Pertikaian antar rekan satu tim juga belum lama ini terjadi, tepatnya pada 16 Agustus 2021 lalu saat Galatasaray berhadapan dengan Giresunspor.
Pertikaian terjadi saat bek Galatasaray, Marcao, beradu argumen dengan rekan setimnya, Kerem Akturkoglu di menit ke-61.
Adu argumen itu berujung pada pemukulan yang dilakukan Marcao ke rekan setimnya tersebut. Total dua pukulan dilayangkan oleh pemain asal Brasil itu.
Setelah melihat tayangan ulang VAR, wasit pun memberi kartu merah ke Marcao. Selanjutnya, pemain asal Brasil ini terkena sanksi larangan bertanding 5 hingga 10 laga karena aksinya itu.
Kontributor: Zulfikar Pamungkas
Tag
Berita Terkait
-
Renovasi Stadion Pakansari Dikebut Jelang Piala AFF 2026
-
Second Chance, Program Soccer Camp Pertama di Indonesia Jadi Trending Topic
-
Jacksen F. Tiago Terpukau Talenta Sepak Bola Putri Surabaya di MLSC 2026
-
Akademi Persib Bandung Juara U-18, Rebut Tiket ke Soccer League All-Stars
-
Belum Kapok, Shin Tae-yong Siap Lanjutkan Karier Kepelatihan di Indonesia
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kabar Baik untuk John Herdman, Striker Keturunan 1,88 Meter Kembali Merumput Pasca Cedera
-
Arbeloa Out! Real Madrid Kontrak Jose Mourinho Dua Tahun?
-
Kontroversi Kemenangan Arsenal atas Burnley, Kai Havertz Harusnya Kartu Merah?
-
Respons Manchester City Soal Isu Pep Guardiola Siap Putus Kontrak di Akhir Musim
-
Luka Modric Berpeluang Cetak Sejarah usai Masuk Skuad Kroasia untuk Piala Dunia 2026
-
Alasan Carlo Ancelotti Ajak Neymar Kembali ke Timnas Brasil
-
Gempar! Pep Guardiola Dikabarkan Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini
-
Ralf Rangnick Targetkan Timnas Austria Lolos Fase Grup Piala Dunia 2026, Modal dari Euro 2024
-
Daftar Skuad Timnas Austria Piala Dunia 2026, David Alaba untuk Memperkuat Lini Pertahanan Rapuh
-
Arsenal Wajib Menang Lawan Crystal Palace Demi Trofi Premier League Usai Tundukkan Burnley