-
Gerald Vanenburg akhirnya menyampaikan pesan perpisahan sebulan setelah pemecatannya bersama staf Patrick Kluivert.
-
Ia mengakui kegagalan mencapai target namun menegaskan Indonesia memiliki tempat khusus di hatinya.
-
Vanenburg berharap fondasi kerjanya tetap memberi kontribusi positif bagi masa depan Timnas Indonesia.
Suara.com - Setelah lebih dari sebulan memilih bungkam pasca pemecatannya bersama seluruh staf kepelatihan asal Belanda, Gerald Vanenburg akhirnya muncul untuk menyampaikan salam perpisahan yang sarat makna.
Seperti diketahui, PSSI secara resmi mengakhiri kerja sama dengan seluruh staf kepelatihan yang dipimpin Patrick Kluivert pada 16 Oktober 2025.
Keputusan tegas ini diambil sebagai buntut dari kegagalan skuad Garuda melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Kini setelah satu bulan berlalu, Gerald Vanenburg akhirnya muncul di media sosial untuk menyampaikan salam perpisahannya.
Ia mengakui bahwa meski waktunya singkat, Indonesia telah memberikan kesan yang mendalam.
“Sudah beberapa minggu berlalu, tetapi saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada semua orang atas waktu yang luar biasa selama saya berada di Indonesia,” tulis Vanenburg dalam Instagramnya @geraldvanenburgofficial, dikutip Senin (17/11/2025).
Dalam pesannya, legenda sepak bola Belanda itu tidak menampik adanya kekecewaan karena gagal mencapai target yang telah ditetapkan.
Namun di balik kegagalan itu, ia menegaskan bahwa Indonesia akan selalu memiliki tempat spesial di hatinya.
“Sayangnya, kami belum bisa mencapai target yang kami inginkan, namun Indonesia akan selalu memiliki tempat spesial di hati saya,” sambung pria berusia 61 tahun itu.
Baca Juga: PSSI Era Erick Thohir 'Contek' Cara Iwan Bule untuk Cari Pelatih Baru Timnas Indonesia
Lebih dari sekadar ucapan perpisahan, Vanenburg juga menaruh harapan besar bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Vanenburg berharap fondasi yang telah ia dan stafnya tanamkan bisa memberikan kontribusi positif untuk kesuksesan di masa mendatang.
“Saya sungguh berharap target dan kesuksesan itu akan datang di masa depan. Dan meski kami gagal lolos ke Piala Dunia, saya berharap staf saya, Frank van Kempen, dan saya tetap bisa memberikan kontribusi positif, kontribusi yang dapat membantu kita kembali lebih kuat di turnamen berikutnya,” ujar Vanenburg.
Di akhir pesannya, Vanenburg secara khusus berterima kasih kepada para suporter yang telah memberikan dukungan luar biasa.
Ia menutup salam perpisahannya dengan sebuah kalimat yang menegaskan ikatan emosionalnya dengan Tanah Air.
“Terima kasih atas segala dukungan dan semangat kalian. Indonesia, kalian akan selamanya ada di hati saya,” tutup Vanenburg.
Berita Terkait
-
Jelang SEA Games 2025, Dua Fakta Penting Soal Timnas Indonesia U-22 yang Wajib Diketahui
-
Kontras Nasib Timnas Indonesia dan Malaysia di Ranking FIFA Usai Kompak Absen di FIFA Matchday
-
Kenapa Rizky Ridho Pilih Bertahan di Persija Jakarta meski Berpeluang Abroad?
-
Jadwal Baru Piala AFF Bikin Media Vietnam Ketar-ketir, Timnas Indonesia Bisa Full Skuad
-
PSSI 'One Man Show', Suporter Tuntut Erick Thohir Mundur Demi Tata Kelola Baru Sepak Bola Indonesia
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Suporter Kongo Viral di Piala Afrika 2025, Diam Membatu Selama 115 Menit Pertandingan
-
Eks Bomber Aston Villa: Arsenal Bakal Gampang Juara Premier League Musim Ini
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
Liverpool vs Leeds: Cody Gakpo Bidik Rekor Langka Ian Rush di Awal 2026
-
Nasib Marcus Rashford di Barcelona Masih Abu-abu, Transfer Rp587 Juta Masih Tanda Tanya
-
Calon Kuat Pelatih Chelsea Liam Rosenior Sudah Tahu Kualitas Bintang Timnas Indonesia, Kok Bisa?
-
Dipecat Chelsea di Awal Tahun 2026, Begini Statistik Lengkap Enzo Maresca
-
Profil Liam Rosenior Calon Kuat Pelatih Chelsea Pengganti Enzo Maresca
-
Chelsea Pecat Enzo Maresca, The Blues Siapkan Dua Calon Pengganti
-
Breaking News! Pecat Enzo Maresca, Chelsea Hanya Sampaikan 99 Kata