Bola / bola-indonesia
Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Ilustrasi - Pertandingan perempat final Piala Menpora antara PSIS vs PSM Makassar yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (9/4/2021). [Liga Indonesia Baru]

Suara.com - Plt General Manager Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), M Hardika Aji menyebutkan PSM Makassar saat ini sedang dalam proses untuk melunasi tunggakan gaji pemain. Meski disebutkannya belum ada pembayaran yang dilakukan.

Seperti yang diumumkan oleh APPI terkait putusan National Dispute Chambers (NDRC) Indonesia, PSM menunggak gaji 17 pemain. Totalnya mencapai sekitar Rp6 miliar.

Mereka harus membayar tunggakan tersebut jika tak mau mendapat sanksi. Sanksinya tak main-main, yakni larangan mendaftarkan pemain selama 3 periode.

Dengan sanksi itu dipastikan akan menghalangi PSM untuk berkompetisi di Liga 1 2021/2022 yang akan kick-off mulai 27 Agustus. Sejatinya, sanksi untuk PSM sudah berjalan.

Baca Juga: Gunakan Jersey Musim Lalu, Ini Daftar Pemain Persita Tangerang di Liga 1 2021

Pasalnya, putusan NDRC yang mengharuskan PSM melunasi tunggakan selama 45 hari telah jatuh tempo pada awal Juni. Namun, sanksi bisa dicabut andai PSM melunasinya sebelum pendaftaran pemain untuk kompetisi ditutup.

Melawai itu, PSM resmi disanksi tak bisa mendaftarkan pemain dalam tiga periode. Biasanya, pendaftaran pemain ditutup satu pekan setelah bergulirnya kompetisi.

"Saat ini, proses pelunasan gaji sedang dalam proses sejak kemarin. Cuma memang belum ada pembayarannya," kata Aji saat dihubungi awak media.

Lebih lanjut, APPI turun tangan langsung berkomunikasi dengan manajemen tim berjuluk Juku Eja itu. Dari komunikasi yang terjalin, manajemen PSM berjanji melunasi dalam waktu dekat ini.

"Kami memang langsung kontak dengan manajemen mereka, jadi tak melewati pemain lagi. Mereka berjanji 1-2 hari ini akan segera diproses," pungkasnya.

Baca Juga: Daftar 18 Klub Liga 1 2021, Mana Tim Kesayangan Anda?

Komentar

terkini