Bola / Bola Indonesia
Senin, 23 Februari 2026 | 13:29 WIB
Penyerang Persija Alaeddine Ajaraie (kiri) menjawab pertanyaan pewarta pada jumpa pers setelah pertandingan BRI Super League melawan PSM Makassar di Jakarta International Stadium, Jakarta, Jumat (20/2/2026) [Suara.com/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Alaeddine Ajaraie, pemain asing Persija, merasa sangat nyaman dengan suasana Ramadan di Indonesia.
  • Fasilitas ibadah mudah ditemukan dan lingkungan mayoritas Muslim mempermudah adaptasi pemain tersebut.
  • Ajaraie merasa mendapat kekuatan ekstra saat bertanding di bulan puasa, dibuktikan dengan gol perdananya.

Suara.com - Bulan suci Ramadan tahun ini membawa pengalaman yang sangat berkesan bagi penyerang asing Persija Jakarta, Alaeddine Ajaraie.

Untuk pertama kalinya berkarier di Asia Tenggara, ia mengaku langsung jatuh hati dengan nuansa Ramadan di Indonesia yang begitu kental dan suportif.

Bagi Ajaraie, kemudahan menemukan fasilitas ibadah dan berada di tengah lingkungan yang mayoritas penduduknya beragama Islam menjadi faktor utama yang membuatnya merasa sangat nyaman di Jakarta.

"Ya, saya senang karena saya berada di negara dengan mayoritas Muslim. Itu membuat saya bahagia," kata Alaeddine Ajaraie.

Keberadaan masyarakat dengan keyakinan yang sama ini membuatnya merasa lebih mudah beradaptasi tanpa harus merasa asing.

Faktor kenyamanan keluarga di luar lapangan ini ia yakini menjadi elemen krusial yang turut menunjang performanya di atas lapangan.

"Itu memberi saya kenyamanan lebih untuk tinggal di sini, bagi saya dan keluarga saya. Alhamdulillah," tambahnya.

Menariknya, striker asal Maroko ini justru merasa mendapatkan kekuatan ekstra saat bermain di bulan Ramadan.

Hal ini ia buktikan dengan mencetak gol perdananya untuk Macan Kemayoran di bulan yang penuh berkah ini.

Baca Juga: Ini Alasan Persib Kosongkan Tribun Selatan dan VBS GBLA

Baginya, bermain sambil berpuasa bukanlah hal yang baru dan justru menjadi sebuah tantangan yang memberinya energi lebih.

“Saya pikir itu hal yang normal bagi saya karena saya seorang Muslim. Saya sudah bermain dalam banyak pertandingan di bulan Ramadan. Bahkan, menurut saya, itu lebih menantang dibanding pertandingan malam, karena biasanya saya bermain sore hari menjelang Maghrib," katanya dikutip dari laman resmi Persija.

"Jadi ini sudah biasa bagi saya. Saya percaya Allah memberi kami kekuatan lebih di bulan Ramadan, alhamdulillah,” imbuhnya.

Ia pun berterima kasih kepada seluruh elemen tim yang mendukungnya dan bertekad untuk terus memberikan kontribusi terbaiknya bagi Persija.

“Terima kasih kepada tim yang membuat saya bisa mengeluarkan energi lebih. Ramadan bagi saya adalah bulan terbaik, dan semua Muslim memahami hal itu. InsyaAllah, saya bisa berlari lebih lagi di pertandingan selanjutnya," kata Ajaraie lagi.

"Secara fisik saya merasa bugar dan saya datang ke sini untuk membantu tim meraih kemenangan. Merupakan kebanggaan bagi saya bisa bermain untuk tim ini. Alhamdulillah,” pungkasnya.

Load More