Suara.com - Pertandingan antara Persib Bandung melawan Barito Putera di pekan pertama Liga 1 2021, Sabtu (4/9/2021), menghadirkan beberapa kejadian menarik.
Salah satunya adalah dianulirnya gol pemain asing Persib, Mohammed Rashid, di menit 32 karena wasit menyatakan sang pemain berada di posisi offside.
Banyak pihak menilai gol tersebut seharusnya sah karena Rashid berada di posisi onside. Pelatih Maung Bandung, Robert Rene Alberts pun memberikan tanggapan di Instagram pribadinya.
Adapun, Mohammed Rashid merupakan rekrutan anyar Persib untuk mengarungi Liga 1 2021. Siapa sebetulnya Mohammed Rashid, berikut profilnya.
Profil Mohammed Rashid
Sosok dengan nama lengkap Mohammed Bassim Ahmad Rashid ini lahir di Ramallah, Palestina, pada 31 Juli 1995. Ia didatangkan Persib dengan status bebas transfer dari klub divisi kedua Arab Saudi, Al-Jeel.
Di Al-Jeel, kontrak Mohammed Rashid habis pada 6 Juni 2021. Tak banyak catatan yang menjelaskan latar belakang klub masa kecil Mohammed Rashid, namun dia sempat begitu lekat dengan klub Al-Quds Hilal.
Mohammed Rashid kemudian pindah ke klub asal Palestina liannya, Al-Biresh, pada 10 Juli 2018. Namun, satu tahun berselang, Mohammed Rashid kembali pindah ke Al-Quds terhitung pada 1 Desember 2019.
Bersama Al-Quds, Mohammed Rashid sempat bermain di AFC Cup 2019. Namun, perjalanan mereka langsung terhenti di babak penyisihan grup. Setelah itu, Mohammed Rashid berpetualang ke luar Palestina dengan bergabung bersama Al-Jeel.
Baca Juga: Gawang Persib Tak Kebobolan di Laga Perdana, Muhammad Natshir: Alhamdulillah
Di level tim nasional, pemain yang biasa beroperasi sebagai gelandang bertahan dan gelandang tengah ini mencatatkan 18 penampilan bersama Timnas Palestina. Terakhir kali ia membela Palestina adalah saat melawan Yaman di Kualifikasi Piala Dunia pada 15 Juni 2021.
Dengan berada di usia emas dan pengalaman bermainnya, Mohammed Rashid disebut pelatih Rene Alberts sebagai pilihan tepat untuk mengisi slot lini tengah Persib di Liga 1 2021.
Di Persib sendiri, M Rashid memutuskan mengenakan nomor punggung 74. Disebutkan olehnya, nomor 7 merupakan bulan kelahiran sang ayah dan angka 4 adalah bulan kelahiran ibunya.
[Penulis: Aditia Rizki Nugraha]
Berita Terkait
-
Bojan Hodak Soroti Sosok Bernardo Tavares dan Pertahanan Persebaya Surabaya
-
Adam Alis Optimis Persib Raih Tiga Poin di Kandang Persebaya
-
Viking Ajak 193 Anak Yatim Nonton Persib, Doa Jadi Kekuatan Tambahan
-
Kabar Baik untuk Persib Bandung Jelang Hadapi Persebaya, Gelandang Rp17,38 Miliar Siap Comeback
-
Tonton Pesta Gol dari Tribun VIP, Bojan Hodak Bongkar Kunci Ketajaman Lini Depan Persib
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Selamat Tinggal, Sriwijaya FC Degradasi ke Liga 3
-
RESMI! Liga Champions Asia Ditunda Buntut Perang AS-Iran
-
Evaluasi Van Gastel usai PSIM Yogyakarta Kembali ke Jalur Kemenangan
-
Usia 32 Tahun, Michael Carrick 'Spill' Nasib Harry Maguire
-
Klub Milik Orang Indonesia Gacor, Salip Juventus di Klasemen Liga Italia
-
Justin Hubner Cetak Gol Lagi, Bantu Fortuna Sittard Hajar NEC Nijmegen
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026 Batal Akibat Perang AS-Iran?
-
Bojan Hodak Soroti Sosok Bernardo Tavares dan Pertahanan Persebaya Surabaya
-
Adam Alis Optimis Persib Raih Tiga Poin di Kandang Persebaya