Bola / bola-dunia
Arief Apriadi
Dua penyerang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe (kanan) dan Neymar merayakan gol Eric Maxim Choupo-Moting ke gawang Atalanta di laga perempat final di Luz Stadium, Lisbon. David Ramos / POOL / AFP

Suara.com - Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, akhirnya mengaku sempat menyebut Neymar gelandangan karena frustasi tak diumpan pada saat pertandingan.

Momen itu terjadi pada pertandingan PSG melawan Montpellier dalam laga lanjutan Liga Prancis, 25 September lalu.

Melansir dari BBC, Selasa (05/10/2021), Kylian Mbappe tak ingin membesar-besarkan hal itu. Dia menyebut kejadian semacam itu sering terjadi di lingkungan para pemain sepak bola.

Penyerang 22 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kebencian sama sekali ketika menyebut Neymar sebagai gelandangan.

Baca Juga: Tak Sabar Ingin di Real Madrid, Kylian Mbappe Blak-blakan Mau Hengkang dari PSG

“Ya, ya, saya mengatakan itu. Sekarang, ini adalah hal-hal yang selalu terjadi di sepak bola," kata Mbappe.

"Tidak ada kebencian sama sekali karena saya menghormati pemain dan pria itu, dan saya mengagumi siapa dia,” tambah Mbappe.

Menurut laporan Daily Mail, Mbappe juga mengkonfirmasi keluhan ini dalam sebuah wawancara dengan media Prancis L'Equipe.

Dalam wawancara tersebut, Mbappe mengatakan bahwa menyebut Neymar sebagai gelandangan adalah ekspresi kemarahan.

Nasib Mbappe di PSG sendiri tengah dispekulasikan. Dia mengatakan kepada RMC Sports minggu ini bahwa dia ingin meninggalkan PSG untuk bergabung dengan Real Madrid musim panas mendatang

Baca Juga: Ngebet Tinggalkan PSG, Kylian Mbappe Tegaskan Cuma Ingin ke Madrid

Dia juga menambahkan dalam sebuah wawancara bersama Team Daily bahwa tidak ada berita tentang kontrak berikutnya musim panas nanti.

Komentar