Bola / bola-dunia
Syaiful Rachman
Pemain sepak bola Fiorentina Lucas Martinez melakukan selebrasi setelah mencetak gol pertama saat bertanding melawan Napoli dalam Serie A di Stadio Artemio Franchi, Florence, Italia, Minggu (3/10/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jennifer Lorenzini/aww/cfo

Suara.com - Bek Juventus Giorgio Chiellini merasa malu sebagai orang Italia karena pelecehan rasis yang ditujukan kepada para pemain Napoli oleh para penggemar Fiorentina, Minggu.

Dikutip Antara dari Reuters, Rabu (6/10/2021), bek Napoli Kalidou Koulibaly yang berkulit hitam mengatakan dirinya dilecehkan oleh penggemar Fiorentina, sementara Gazzetta dello Sport melaporkan, rekan satu timnya Victor Osimhen dan Andre-Frank Zambo Anguissa juga menjadi sasaran setelah kemenangan 2-1 mereka.

Napoli me-retweet pernyataan pemain asal Nigeria Osimhen tentang pelecehan tersebut, sementara Fiorentina mengutuk insiden itu.

Chiellini yang berbicara kepada wartawan menjelang pertandingan Italia melawan Spanyol pada Rabu mengatakan, pelecehan tersebut tidak dapat diterima.

Baca Juga: Napoli Tanpa Cacat di 7 Giornata Awal, Spalletti Masih Kalem soal Scudetto

“Kita butuh hukum dan aturan yang diterapkan, ini yang terpenting,” ujar Chiellini, dikutip dari laman resmi Reuters, Rabu.

"Saya malu sebagai orang Italia dan Tuscan, karena Italia bukan negara rasis bagi saya.

“Sesuatu yang lebih harus dilakukan, jika tidak dari luar, kita memberikan citra buruk tentang diri kita sendiri," tambah Chiellini.

Sepak bola Italia telah diganggu oleh rasisme.

Bulan lalu, jaksa membuka penyelidikan atas dugaan nyanyian rasis oleh pendukung Lazio yang ditujukan kepada gelandang AC Milan Tiemoue Bakayoko dan Franck Kessie, sementara Juventus mengeluarkan permintaan maaf setelah akun tim wanita mereka men-tweet gambar yang berisi gerakan rasis pada Agustus.

Baca Juga: Laporkan Natalius Pigai Dugaan Cuitan Rasis, Laporan Baranusa Diarahkan ke Bareskrim

Komentar