Suara.com - Tim PSIM Yogyakarta selaku tuan rumah tidak bisa memenuhi ambisinya meraih poin penuh setelah ditahan imbang Persijap Jepara dengan skor 2-2 pada pertandingan terakhir putaran pertama di Grup C Liga 2 Musim 2021 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Senin (25/10/2021) malam.
Pertandingan antara PSIM melawan Persijap berjalan cukup menarik saat kedua kesebelasan saling melakukan serangan untuk bisa mencetak gol ke gawang lawan.
Persijap pada babak pertama melakukan inisiatif serangan dengan menekan pertahanan PSIM baik dari sektor pemain sayap kanan, kiri dan tengah, tetapi sayang bola belum mampu menembus pertahanan PSIM.
Persijap mendapat peluang emas pada menit 13 melalui tendangan keras kaki pemain nomor punggung 11 lham Zusril dari luar kotak penalti, tetapi sayang bolanya mampu ditepis kiper PSIM, Imam Arief Fadilah, sehingga hanya menghasilkan tendangan penjuru untuk Persijap.
PSIM yang mengandalkan sedangan balik cepat akhirnya membuahkan hasil pada menit 28 melalui kaki Ahmad Ihwan, setelah memanfaatkan umpan silang dari pemain sayap kanan. Almad Ihwan yang mendapat bola langsung membalik dan menyambar bola masuk ke gawang Persijap sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Persijap yang tertinggal satu gol tersebut langsung meningkatkan tempo permainan untuk menyamakan kedudukan. Namun, serangan Persijap selalu berhasil diantisipasi pemain barisan belakang PSIM yang dikoordinir oleh kaptim tim Purwoko Yudi.
Kedudukan 1-0 untuk PSIM tetap bertahan hingga wasit yang memimpin pertandingan Tommi Manggopa asal Sulawesi Utara meniup peluit panjang tanda babak pertama usai.
Memasuki babak kedua Persijap kembali memberikan tekanan untuk mengejar ketertinggalannya. Ardan Aras dan kawan-kawan terus melakukan serangan ke pertahanan lawan.
Gawang PSIM akhirnya dijebol Persijap pada menit 51 melalui sundulan kepala pemain nomor punggung 19 Ricky Ariansyah, sehingga kedudukan menjadi 1-1. Gol Persijap berawal ketika memanfaatkan umpan bola mati dari pemain sayap kanan, Crah Eka Angger, disambut sundulan kepala Ricky dan terjadi gol.
Baca Juga: Manchester United Dibantai Liverpool, Begini Komentar Cristiano Ronaldo
Kemudian PSIM kembali unggul pada menit 66 melalui tendangan Ahmad Ihwan, sehingga mengubah kedudukan menjadi 2-1. Gol PSIM berawal umpan sodoran dari pemain tengah kepada Ihwan, yang berhasil melewati satu pemain langsung melakukan tendangan yang membentur gawang terlebih dahulu dan bola masuk.
Namun kedudukan kembali imbang pada menit 88, setelah tendangan dari bola mati luar kotak penalti dari Ricky Ariansyah masuk ke pojok gawang PSIM sehingga mengubah kedudukan menjadi imbang 2-2.
Kedudukan imbang ini bertahan hingga babak kedua usai. Wasit Tommi Manggopa yang memimpin pertandingan itu mengeluarkan kartu kuning untuk Syarif Wijianto dan Firman Septian (PSIM).
Pelatih PSIM Yogyakarta Seto Nurdiantoro mengatakan hasil imbang tetap harus disyukuri meski di luar targetnya. Timnya banyak peluang yang terjadi meski hanya dua gol yang tercipta.
Menurut dia, timnya memasuki babak kedua ingin mempertahankan kemenangan atas Persijap tetapi hasilnya imbang. Namun, pemainnya sudah bekerja keras bermain disiplin dalam menjaga daerahnya. Pemainnya sudah mati-matian mempertahanan kemenangan.
"Kami masih punya kesempatan pada pertandingan selanjutnya untuk memperbaiki hasil lebih baik ke depan," katanya.
Berita Terkait
-
Persijap Jepara Cuci Gudang, Pemain-pemain dari Liga India Didatangkan!
-
3 Pekan Menepi, Bek Asal Jepang Segera Kembali Perkuat PSIM Yogyakarta
-
Persijap Jepara Boyong Eks Striker Athletic Bilbao
-
Ze Valente Tembus 100 Laga BRI Super League Siap Bawa PSIM Yogyakarta Bertahan di Papan Atas
-
Pelatih PSIM Yogyakarta Tak Risau 3 Pemain Kunci Absen Jelang Lawan Semen Padang
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Pemain Rp86,91 Miliar Berpotensi Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
John Herdman Belum Debut, 2 Negara Sudah Antre Ingin Uji Coba Lawan Timnas Indonesia
-
Dedi Kusnandar Tinggalkan Bhayangkara FC, Balik ke Persib? Begini Kata Umuh Muchtar
-
Investasi Rp4 T Tak Berbuah Manis, Florentino Perez Bakal Rombak Skuat Real Madrid
-
Jangan Pecat Hector Souto Seperti Shin Tae-yong!
-
Perang Saudara di Playoff Liga Champions: PSG vs AS Monaco Berebut Tiket 16 Besar
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
-
Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Jadi Polemik, Nilai Kontrak Dianggap Merugikan
-
Dibidik John Herdman, Laurin Ulrich Pemain Keturunan Indonesia Bakal Digusur Gelandang Benfica
-
Bak Langit dan Bumi, Beda Nasib Calvin Verdonk dan Dean James di Liga Europa