Bola / bola-indonesia
Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Selebrasi bomber Persija Jakarta, Marko Simic usai membobol gawang Madura United (dok. Persija).

Suara.com - Seri 3 BRI Liga 1 2021/2022 layaknya neraka bagi Persija Jakarta. Bagaimana tidak, tim kesayangan Jakmania itu bakal menghadapi tim-tim kuat yang kini bersaing di papan atas klasemen.

Persija harus mengawali Seri 3 BRI Liga 1 dengan melawan Persib Bandung. Duel klasik penuh gengsi ini dijadwalkan bergulir pada 20 November mendatang.

Setelah itu, menghadapi juara bertahan Bali United lima hari berselang. Selanjutnya ada tim kuda hitam Borneo FC (29/11/2021) dan Tira Persikabo (3/12/2021) yang menghadang.

Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca. (Suara.com/ Adie Prasetyo Nugraha)

Empat partai selanjutnya tidak kalah berat yakni PSM Makassar (7/12/2021), Bhayangkara FC (11/12/2021), PSIS (17/12/2021) dan Persipura (22/12/2021). Tentu persiapan matang harus dilakukan Marko Simic dan kawan-kawan.

Baca Juga: Timnas dan Klub Bentrok Kepentingan, Shin Tae-yong Minta PSSI Benahi Liga

Apalagi, hasil yang didapat Macan Kemayoran --julukan Persija-- di Seri 2 tidak begitu bagus. Bagaimana tidak, dari lima laga yang dilakoni, tim ibu kota cuma bisa meraih 5 poin.

Presiden Persija, Mohamad Prapanca sadar betul tantangan timnya di Seri 3 sangat berat. Tapi, percaya tim besutan Angelo Alessio mampu melewatinya dengan baik.

"Kami sangat paham jika tantangan di seri 3 ini semakin besar karena Persija akan bertemu dengan tim-tim tangguh," kata Prapanca dilansir dari laman resmi klub, Rabu (10/11/2021).

"Namun sekali lagi kami masih percaya dengan kemampuan seluruh pemain,” tambah lelaki yang akrab disapa Panca ini.

Prapanca tak memungkiri performa timnya masih jauh dari kata memuaskan di Seri 2. Oleh sebab itu, ia meminta adanya evaluasi mengingat masih ada waktu untuk persiapan.

Baca Juga: Persib Vs Persija, Wander Luiz Bertekad Pertahankan Tren Kemenangan Maung Bandung

"Kami sepakat jika tim harus segera berbenah dan rentetan hasil kurang baik ini harus segera dihentikan," ungkapnya.

Komentar