Bola / Bola Dunia
Kamis, 11 November 2021 | 11:02 WIB
Bek Timnas Belanda, Matthijs de Ligt. [Koen van Weel / POOL / AFP]

Suara.com - Menjadi seorang anak gawang dalam sebuah pertandingan sepak bola ternyata bisa mengantarkan pemain muda untuk bersinar di masa depan.

Sebab, mereka mendapatkan kesempatan untuk menatap langsung pemain-pemain top dunia dalam jarak yang cukup dekat.

Bahkan, anak gawang ini juga bisa berinteraksi secara langsung, dan melihat aksi-aksi pemain idolanya itu di depan mata.

Hal ini bisa menjadi motivasi bagi anak gawang yang biasanya berstatus sebagai pemain akademi setempat.

1. Matthijs De Ligt

Matthijs de Ligt saat jadi anak gawang. (Twitter/@PromisingYoung)

Bagi pemain-pemain akademi Ajax Amsterdam, menjadi ball-boy juga merupakan bagian dari kurikulum yang harus dilewati pemain.

Matthijs De Light, misalnya, juga pernah menjadi ball-boy ketika masih menimba ilmu bersama akademi Ajax Amsterdam.

Bek tengah yang saat ini memperkuat Juventus itu juga pernah mendapatkan kesempatan untuk berfoto bersama Luis Suarez, mantan pemain Ajax.

Kini, karier de Light semakin melejit setelah mencatatkan debut bersama timnas Belanda pada usia 17 tahun.

Baca Juga: Zico, Korban Perang yang Dibina Man United Jadi Pemain Profesional

2. Donny van de Beek

Donny van de Beek saat jadi anak gawang. (Twitter/@photosofootball)

Seperti Matthijs De Ligt, Donny van de Beek juga berstatus sebagai pemain jebolan akademi Ajax Amsterdam.

Van de Beek juga pernah menjadi ball-boy. Dia juga sempat mendapat kesempatan untuk berfoto bersama Luis Suarez sebelum pertandingan.

Kini, Donny van de Beek berstatus sebagai pemain Manchester United setelah direkrut dari Ajax Amsterdam pada 2020 lalu.

3. Bernardo Silva

Gelandang serang Manchester City, Bernardo Silva (kanan). [LINDSEY PARNABY / AFP]

Sebelum menjadi pemain andalan Manchester City seperti saat ini, Bernarndo Silva harus melewati perjuangan yang panjang untuk mencapainya.

Load More