Suara.com - Dua pekan ini akan menjadi pekan paling menarik dalam kancah perburuan jatah putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar, termasuk di zona Eropa yang bisa amat menentukan nasib tim-tim besar seperti Italia, Portugal dan Spanyol yang juara dan pernah menjuarai Piala Dunia dan atau Piala Eropa.
Sebelum laga kualifikasi Piala Dunia 2022 mulai Jumat dini hari nanti itu, dua dari total jatah 13 tim zona Eropa untuk Piala Dunia Qatar yang akan diikuti 32 negara dari lima benua, sudah dipastikan menjadi milik Jerman dan Denmark.
Delapan lainnya baru bisa diketahui sampai didapat hasil pertandingan terakhir Selasa 16 November. Tiga jatah tersisa akan diperebutkan lewat playoff yang mempertemukan sepuluh runner up setiap grup, ditambah dua juara grup terbaik Nations League Eropa.
Denmark yang sudah pasti ke Qatar memiliki catatan sempurna selalu menang dalam delapan pertandingan pertama Grup F tanpa kebobolan satu gol pun.
Tim Dinamit Denmark sepertinya bisa kian menyempurnakan performanya sebelum menuju Qatar dengan memenangi dua pertandingan tersisa yang bisa saja disertai dengan pesta gol.
Ini karena Denmark akan menjamu salah satu tim liliput Eropa, Kepulauan Faroe, Jumat (12/11/2021) dini hari nanti, yang empat hari kemudian Senin pekan depan dilanjutkan dengan bertandang ke markas Skotlandia.
Demikian pula dengan Jerman yang sudah memenangi tujuh dari delapan laga pertama kualifikasi Piala Dunia 2022.
Di atas kertas Jerman bakal menang meyakinkan dalam dua pertandingan terakhir Grup J melawan tim gurem Liechtenstein Jumat dini hari nanti yang disusul menghadapi tuan rumah Armenia tiga hari kemudian Senin dini hari mendatang.
Langkah Denmark dan Jerman ini kemungkinan besar segera disusul juara bertahan Prancis, peringkat pertama FIFA Belgia, dan runner up Euro 2020 Inggris.
Baca Juga: Pebalap F1 Lewis Hamilton Janji Tonton Aksi Neymar di Laga Brasil Vs Kolombia
Ketiga tim diperkirakan bisa melewati dengan mudah dua pertandingan terakhir kualifikasinya karena kualitas lawan-lawannya jauh di bawah mereka.
Prancis bisa mendapatkan tiket otomatis ke Qatar jika Minggu dini hari mendatang mengalahkan juru kunci Grup D, Kazakhstan.
Hanya keajaiban yang membuat Prancis bisa dikalahkan Kazakhstan karena hampir tidak ada skenario yang bisa membuat Les Bleus tergelincir di tangan Kazakhstan. Untuk itu pula pertandingan terakhir Selasa pekan depan melawan Finlandia tidak lebih sulit dari Kazakhstan.
Demikian juga dengan Belgia yang saat ini unggul lima poin bersih di puncak klasemen Grup E sebelum mereka dijajal Estonia dan Wales, dalam dua laga kualifikasi terakhir zona ini. Oleh karena itu, perlu mukjizat besar bagi Estonia dan Wales bisa menghentikan tiket otomatis Belgia ke Piala Dunia 2022.
Skenario sama berlaku untuk Inggris. Seharusnya tidak akan sulit bagi juara Piala Dunia 1966 ini untuk mengalahkan Albania di Stadion Wembley esok Jumat. Kalaupun tergelincir melawan Albania, Inggris yang saat ini memuncaki Grup I masih tiga poin di atas Polandia yang menguntitnya pada urutan kedua grup, dan itu pun Inggris masih terlalu unggul dalam selisih gol.
Lagi pula dalam laga terakhir Inggris bakal menghadapi salah satu tim paling lemah di Eropa, San Marino, yang merupakan paling rendah dalam peringkat dunia FIFA.
Berita Terkait
-
Ungkap Harapan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia, Prabowo: Harus Terus Berbenah!
-
Tanding di Berlin, Tim Indonesia Ramaikan Piala Dunia Basket Putri 2026
-
Geger! Skandal Gratifikasi Seksual di PSSI-nya Korea, 23 Pejabat Diperiksa
-
John Herdman Bongkar Target Besar Timnas Indonesia, Piala AFF 2026 Cuma Batu Loncatan
-
Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi