Suara.com - David Moyes mengaku sedikit kecewa West Ham United harus menyambangi markas Rapid Wien tanpa penonton saat melakoni laga lanjutan Grup H Liga Europa di Stadion Allianz, Wina, Austria, Jumat (26/11/2021) dini hari WIB.
Pertandingan tanpa penonton harus dilangsungkan lantaran pemerintah Austria memberlakukan lockdown nasional menyusul lonjakan kasus COVID-19 di negara tersebut.
"Cukup mengecewakan kami tidak bisa mendapatkan atmosfer stadion fantastis yang kami dengar dari staf. Sungguh disayangkan penonton tidak bisa hadir," kata Moyes dikutip dari laman resmi West Ham seperti dimuat Antara, Kamis.
"Saya juga kecewa sebab tidak ada suporter West Ham yang hadir, bahkan keluarga saya menantikan kesempatan datang ke Wina dan sayangnya itu semua tidak diperbolehkan," ujarnya menambahkan.
Moyes berharap para pemainnya bisa mengatasi kekikukan kembali bermain di stadion yang kosong lagi, setelah beberapa bulan terakhir bisa tampil secara normal di Liga Inggris maupun kompetisi lain.
Di luar itu semua, Moyes menegaskan target utamanya adalah untuk menuntaskan pekerjaan mengalahkan Rapid supaya bisa mengunci posisi juara Grup H dan lolos ke babak 16 besar Liga Europa.
Namun, Moyes menyadari Rapid akan memberi perlawanan sengit sebagaimana diperlihatkan klub Austria itu saat West Ham menang 2-0 di London pada akhir September lalu.
"Saya ingin menuntaskan pekerjaan, tapi menilik awal kami yang bagus di kompetisi ini, itu memberi kesempatan melakukan sedikit manuver," katanya.
"Ini akan menjadi laga berat, sebagaimana di London kami bersiap untuk perlawanan yang setara," tutup Moyes.
Baca Juga: Napoli Dibungkam Spartak Moskow, Koulibaly Ogah Cari Alasan
West Ham saat ini memuncaki klasemen Grup H dengan koleksi 10 poin dan kemenangan akan memastikan mereka lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup H.
Berita Terkait
-
Selidiki Dugaan Pelanggaran Bos West Ham, Polisi Inggris Terima Laporan Tambahan
-
West Ham Degradasi, Jarrod Bowen Isyaratkan Bertahan di Tengah Godaan Klub Raksasa Inggris
-
West Ham Turun Kasta setelah 14 Tahun Bertahan di Liga Inggris, Nuno Espirito Santo Minta Maaf
-
Tottenham Dipastikan Selamat dari Degradasi, Bertahan di Premier League
-
Sebut Kemenangan Skuadnya Fantastis, Unai Emery Bawa Aston Villa Mengguncang Eropa
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey