Suara.com - Pelatih PSMS Medan Ansyari Lubis mengatakan kehilangan satu pemain membuat konsentrasi anak asuhnya terganggu ketika dikalahkan Sulut United pada pertandingan Grup Y babak delapan besar Liga 2 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis.
Berbicara pada sesi konferensi pers virtual seusai pertandingan, kartu merah yang diterima pemainnya memberikan dampak secara taktik dan permainan dari PSMS Medan.
"Secara keseluruhan, pertandingan tadi kita terganggu konsentrasi, karena pemain kita mendapatkan kartu merah. Itu berdampak kepada taktikal kita, permainan kita," ujar Ansyari.
Meski harus menelan kekalahan pada pertandingan pertama mereka di babak delapan besar Liga 2, Ansyari tetap memberikan apresiasi atas kerja keras para pemain PSMS Medan ketika berhadapan dengan Sulut United.
Menurut dia, seluruh pemain yang diturunkan dalam pertandingan itu bisa tampil konstan dan militan serta terus berjuang untuk menyamakan kedudukan hingga menit akhir pertandingan.
"Tapi yang pasti saya apresiasi buat para pemain, mereka begitu konstan, begitu militan. Walaupun sudah ketinggalan dengan 10 pemain, mereka tetap sampai menit akhir mereka berjuang," ungkap Ansyari seperti dimuat Antara.
PSMS Medan harus bermain dengan 10 orang sejak menit 22 ketika bek Joko Susilo menerima kartu kuning kedua usai melanggar penyerang Sulut United Daud Karabo.
Kehilangan satu pemain, harus tertinggal dua gol lebih dari Sulut United yang dicetak oleh Patrich Wanggai dan Mahdi Albar, sedangkan PSMS Medan baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit 88 ketika Fiwi Dwipan mencetak gol yang membuat skor akhir menjadi 1-2.
Kekalahan ini membuat PSMS Medan untuk sementara waktu berada di posisi keempat klasemen Grup Y babak delapan besar Liga 2 dengan nirpoin, sedangkan Sulut United berada di peringkat pertama dengan torehan tiga poin.
Baca Juga: Hasil 8 Besar Liga 2: PSIM Yogyakarta dan Martapura Dewa United Berbagi Poin di Cikarang
Berita Terkait
-
Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja