Suara.com - Satu pertandingan perempat final Piala Afrika 2021 dipindah dari Stadion Olembe di Yaounde, Kamerun, setelah insiden yang menewaskan sedikitnya delapan orang karena kerumunan tak terkendali pada Senin (24/1/2022).
Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) Patrice Motsepe pada Selasa (25/1/2022) menyatakan pertandingan perempat final yang dimaksud akan dipindah ke Stadion Ahmadou Ahidjo yang juga berlokasi di Yaounde.
Pertandingan yang dipindahkan akan mempertemukan pemenang laga 16 besar Malawi vs Maroko dan Mesir vs Pantai Gading.
Stadion Olembe yang baru diresmikan 8 September 2021 setelah mulai dibangun sejak 2018 itu juga dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan semifinal pada 3 Februari dan partai final tiga hari berselang.
Motsepe menyatakan bahwa ada kemungkinan dua pertandingan itu akan dipindah juga kecuali otoritas lokal Kamerun bisa menjamin adanya peningkatan pengamanan.
Mostepe juga mengatakan pihak CAF tengah meminta penjelasan dari panitia lokal Kamerun serta pemerintah setempat mengenai penyebab kerumunan tak terkendali serta mengapa salah satu gerbang di stadion yang seharusnya dibuka malah ditutup saat kejadian.
"Kami ingin langkah-langkah mendesak untuk memastikan insiden tidak berulang dan laporan rinci apa kesalahan yang terjadi pada Jumat," kata Motsepe dalam sebuah jumpa pers yang dikutip dari Reuters.
"Jelas ada kekurangan, kegagalan dan kelemahan. Ada masalah yang seharusnya sudah diantisipasi."
"Keselamatan dan keamanan penonton seharusnya menjadi tugas dan kewajiban utama kami," ujarnya.
Motsepe menjelaskan bahwa terdapat ribuan penonton tambahan yang memasuki stadion untuk "meramaikan suasana".
"Ada gerbang yang ditutup karena alasan yang tidak bisa dijelaskan," katanya setelah menyambangi lokasi kerumunan tak terkendali, merujuk apabila gerbang dibuka kejadian bisa dihindari.
Motsepe juga menyatakan sempat ada wacana penundaan dua pertandingan babak 16 besar yang dijadwalkan Selasa ini, tetapi pemangku kepentingan sepakat untuk tetap melangsungkan laga.
Pada Selasa ini ada dua pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Bafoussam dan Stadion Ahmadou Ahidjou di Yaounde.
Sebanyak 38 orang mengalami luka-luka ketika para penonton menyerbu stadion yang menjadi lokasi pertandingan tuan rumah Kamerun melawan Kepulauan Comoros pada Senin (24/1/2022).
Motsepe mengaku telah membesuk korban luka yang tujuh di antaranya masih dirawat di rumah sakit.
Sejumlah gambar beredar di media sosial, yang tidak dapat segera dikonfirmasi oleh Reuters, memperlihatkan orang-orang panik mencoba memasuki Stadion Olembe melalui gerbang masuk yang sempit.
Sebuah video bahkan memperlihatkan lusinan penggemar tergencet di pagar stadion sementara seorang polisi hanya berlalu. [Antara]
Berita Terkait
-
Takut Pemainnya Cari Suaka Politik, Negara Ini 7 Tahun Tak Main hingga Tak Masuk Ranking FIFA
-
CAS Konfirmasi Banding Senegal atas Pencabutan Gelar Piala Afrika 2025
-
Kontroversi Besar Piala Afrika 2025: Aturan Ini yang Dilanggar Senegal hingga Gelar Juara Dicabut
-
Sadio Mane Sindir CAF! Pemain Senegal Ngamuk Setelah Gelar Piala Afrika 2025 Dicabut
-
Alasan CAF Cabut Gelar Senegal dan Tetapkan Maroko Juara Piala Afrika 2025
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali