Suara.com - Legenda AC Milan dan eks kapten Timnas Ukraina, Andriy Shevchenko minta perang di negaranya segera dihentikan. Shevchenko juga mengungkapkan kesedihan lantaran keluarga tercintanya menolak meninggalkan Ukraina di tengah invasi besar-besaran Rusia.
Shevchenko telah menyampaikan pesan dalam bentuk video jelang laga mantan klubnya menghadapi Inter Milan pada semifinal Coppa Italia di San Siro, Milan, Rabu (2/3/2022) dini hari WIB.
Sheva --sapaan akrab Shevchenko-- secara khusus meminta dukungan kepada warga Milan dan Italia secara keseluruhan, untuk menyerukan perdamaian.
Terkini, saat diwancarai Sky Sports UK, Kamis (3/3/2022) pagi WIB, dengan wajah penuh kesedihan Shevchenko kembali meminta Rusia untuk stop melakukan invasi.
Shevchenko mengaku gundah gulana memutuskan apakah dia akan kembali ke kampung halaman dan bergabung dengan rakyat Ukraina untuk mempertahankan negara tercinta.
Namun, Sheva meyakini bahwa akan lebih berguna jika dirinya tetap di Inggris bersama anak-anaknya untuk melakukan kampanye perdamaian dan menggalang dana untuk Ukraina.
Dan memang pada Rabu (2/3/2022), Sheva kedapatan turun ke jalan di London untuk menyuarakan kampanye perdamaian, membaur dengan warga lainnya.
Sebagai informasi, Sheva yang juga merupakan eks striker Chelsea memang berdomisili di London saat ini. Sementara sang ibu dan saudara perempuannya memilih tetap di Ukraina, alih-alih hijrah untuk menyelamatkan diri.
"Ibu, saudara dan banyak keluarga saya masih di Ukraina. Ini sangat menyedihkan, tapi mereka menginginkan kebebasan, untuk mempertahankan tanah yang kita cintai," ucap Shevchenko kepada Sky UK.
Baca Juga: Pengusaha Swiss Pertimbangkan Beli Chelsea dari Roman Abramovich
"Saya sangat bangga menjadi orang Ukraina, tapi harus diakui situasinya sekarang sang pelik buat negara saya, buat keluarga saya," sambung pria 45 tahun yang juga sempat melatih Timnas Ukraina itu.
"Ibu dan saudara perempuan saya masih di Kiev saat ini, dan hal-hal buruk terjadi di sana. Orang meninggal, anak-anak meninggal, misil dibidik ke rumah-rumah," sambung Sheva dengan wajah sedih.
"Kita harus segera hentikan perang ini. Kita harus cari jalan untuk menghentikan perang ini."
Shevchenko mengungkapkan, dia telah berkali-kali mencoba untuk meyakinkan keluarga tercinta untuk melakukan evakuasi. Akan tetapi mereka menolak.
"Ibu dan saudari saya, seperti banyak warga Ukraina lainnya, menolak untuk pergi. Mereka tetap bertahan untuk melakukan perlawanan, untuk kebebasan kami, untuk jiwa kami," tutur Sheva.
"Ini mungkin momen paling sulit dalam sejarah Ukraina, tapi orang-orang benar-benar bersatu."
"Kami punya banyak pengungsi, kami butuh bantuan kemanusiaan, kami butuh sokongan medis, sokongan makanan. Saya merasa bisa lebih banyak melakukan sesuatu di sini, dan saya memang akan melakukan semua yang saya bisa untuk membantu Ukraina," tukasnya.
Berita Terkait
-
Derby Penentu! Andriy Shevchenko: Kalahkan Inter Jadi Harga Mati Buat AC Milan
-
Karier Anjlok! Mykhailo Mudryk Kena Skors Doping, Kini Kena Sanksi Gara-gara Kaca Mobil
-
On This Day: Lahirnya Bintang Ukraina Andriy Shevchenko, Legenda AC Milan
-
Hasil Euro 2024: Ukraina Hajar Slovakia 2-1, Persaingan Grup E Semakin Panas
-
Wajib Waspada, Timnas Indonesia Bakal Hadapi Pemain Premier League di Toulon Cup 2024
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Kata-kata Brian Brobbey, Bantu Tambah Penderitaan Swedia
-
Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman
-
Susunan Pemain Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026, Panggung Pembuktian Ao Tanaka
-
Rumor Michael Olise ke Santiago Bernabeu Langsung Dipatahkan, Ini Buktinya
-
Graham Potter Bongkar Kelemahan Swedia Usai Dihancurkan Belanda di Piala Dunia 2026
-
4 Fakta Menarik Belanda Bantai Swedia di Piala Dunia 2026, Duet Maut Brobbey dan Gakpo
-
Pernah Dipermalukan Timnas Indonesia, Curacao Cetak Sejarah Raih Poin Perdana di Piala Dunia 2026
-
John Herdman Incar Juara FIFA ASEAN Cup, Panggil Pemain Terbaik Timnas Indonesia
-
Turki Tersingkir di Piala Dunia 2026, Arda Guler: Sedih dan Malu
-
Pernah Kalah dari Timnas Indonesia, Herve Renard Incar Kemenangan Lawan Jepang di Piala Dunia 2026