Suara.com - Piala Dunia 2022 di Qatar pada November diperkirakan tak akan berlangsung selayaknya edisi-edisi sebelumnya mengingat tuan rumah tuan rumah menghadapi tantangan logistik seperti menyediakan akomodasi yang cukup hingga mengatasi para penggemar yang susah dikendalikan.
Melansir Antara, Selasa (5/4/2022), Qatar menjadi salah satu negara terkecil yang akan menggelar Piala Dunia. Mereka harus memutar otak guna menyediakan akomodasi yang baik bagi para penggemar dari 32 negara peserta.
Sebagaimana diketahui, Piala Dunia 2022 Qatar bakal berlangsung di delapan stadion yang letaknya berada di sekitar ibukota Doha alias jarak antar venue saling berdekatan.
Salah satu sisi positifnya adalah para fan akan dapat menjangkau seluruh arena pertandingan dengan mudah, memperbesar kemungkinan melihat lebih dari satu laga per harinya.
Hal itu kontras dengan pengalaman di Rusia dan Brazil di mana penonton sering harus terbang untuk menonton pertandingan di kota lain.
Akan tetapi, itu juga berarti pasar akomodasi Qatar akan penuh sesak. Penyelenggara memperkirakan 1,2 penggemar akan tiba di negara tersebut selama 28 hari penyelenggaraan turnamen.
Presiden FIFA Gianni Infantino, yang mewarisi keputusan mengizinkan Qatar menjadi tuan rumah setelah menggantikan Sepp Blatter yang terlibat skandal, pada awalnya melihat kemungkinan bagi negara-negara tetangga di kawasan untuk berbagi tugas menggelar turnamen tersebut.
Namun, opsi itu dibatalkan dan Infantino masih ingin menggambarkan Piala Dunia itu sebagai kesempatan bagi para penggemar merasakan dunia Arab yang lebih luas.
"Akan ada akomodasi untuk setiap orang yang ingin tinggal di Qatar, tapi mungkin seseorang ingin merasakan sehari di Dubai atau Abu Dhabi atau Muscat atau Riyadh atau Jeddah atau di manapun di kawasan ini dan mereka akan memiliki kesempatan untuk pergi dan mengunjungi negara-negara lain selama tinggal di kawasan ini," kata Infantino dalam wawancara dengan Reuters.
Baca Juga: Piala Dunia 2022: Bagaimana Qatar Memperlakukan Pekerja Stadion?
"Itu yang pastinya kami juga rekomendasikan, karena saya kira salah satu pengalaman terbesar di Piala Dunia yang satu ini... adalah kesempatan bagi orang-orang mendatangi suatu negara dan menjadi bagian dari dunia yang mungkin belum mereka ketahui," kata dia.
Saran yang masuk akal, tetapi itu hanya berlaku bagi mereka yang memiliki kantong tebal, belum lagi berlawanan dengan upaya penyelenggara di Qatar yang ingin membuat Piala Dunia kali ini terjangkau bagi para fan yang memiliki bujet pas-pasan.
Batas atas harga penginapan
Jurnalis Reuters Simon Evans melaporkan dari Doha bahwa panitia juga menetapkan batas atas harga kamar-kamar hotel untuk para suporter, dengan harga kamar bintang tiga paling mahal dipatok 120 dolar AS.
Pemerintah Qatar menjanjikan 130.000 kamar, termasuk hotel dan 60.000 kamar di apartemen dan villa, ditambah sekitar 4.000 kamar di dua kapal pesiar serta sisanya di wisma suporter.
Ofisial setempat juga mencoba memastikan para penggemar, yang terbiasa menikmati bir saat menonton pertandingan, memiliki sejumlah alternatif untuk bar-bar hotel untuk ekspatriat di mana harga satu kaleng bir pint bisa berharga 18 dolar.
Berita Terkait
-
Louis van Gaal Menderita Kanker Prostat, Bagaimana Nasib Timnas Belanda?
-
Qatar 2022 Mungkin Jadi Piala Dunia Terakhir bagi 7 Pemain Bintang Ini
-
Drawing Piala Dunia 2022: Grup E Pertemukan Spanyol Vs Jerman
-
Hasil Undian Fase Grup Piala Dunia 2022 Dicurigai Berbau Politik, Begini Faktanya
-
5 Top Bola Sepekan: Ingin Bungkam Shin Tae-yong, Kim Pan-gon Malah Kalah dari Singapura
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP
-
Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik
-
Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?
-
Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur
-
IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen
-
Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan