Suara.com - Penyerang AS Roma Henrikh Mkhitaryan meminta timnya melupakan kekalahan 1-2 dari Bodo/Glimt pada leg pertama perempat final Liga Conference ketika kedua tim bertemu kembali pada leg kedua di Stadion Olimpico, Roma, Kamis malam waktu setempat.
Dalam lamamnya, Roma menyebutkan Mkhitaryan menganggap apa yang sudah terjadi adalah sejarah dan AS Roma siap menghadapi Bodo/Glimt dalam leg kedua.
"Besok akan menjadi pertandingan yang berbeda dan kami harus menunjukkan kelayakan dalam mengalahkan Bodo. Kami tidak bisa menghabiskan waktu memikirkan bagaimana pertandingan yang kami mainkan dalam kompetisi internasional atau beberapa dari kami telah menjuarai kompetisi seperti Liga Europa sebelumnya," jelas Mkhitaryan.
Pemain asal Armenia itu mengatakan pada pertandingan nanti, Roma membutuhkan mentalitas yang tepat karena tidak ada yang peduli apakah yang sudah mereka lakukan.
"Besok kami mesti memainkan permainan kami dan menunjukkan kelayakan kami untuk itu. Kami perlu memenangkan pertandingan. Hanya itu yang penting sekarang," ujar Mkhitaryan.
Mantan pemain Manchester United itu menyatakan keinginan mempersembahkan gelar untuk AS Roma sebelum hengkang dari ibu kota Italia itu.
"Ini adalah target yang selalu saya miliki, untuk memenangkan sesuatu: karena saya tidak hanya bermain sepak bola untuk itu, atau untuk bersenang-senang," sambung dia.
AS Roma dituntut membalikkan keadaan dengan selisih skor minimal dua gol ketika berhadapan dengan Bodo/Glimt setelah pada pertemuan pertama kalah 1-2. (Antara)
Baca Juga: Roma vs Bodo/Glimt: Bersiap yang Terburuk, Pasukan Jose Mourinho Latihan Adu Penalti
Berita Terkait
-
AS Roma Dapat Saingan Berat dalam Perburuan Mason Greenwood
-
Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Tekuk Rayo Vallecano
-
Inigo Perez: Rayo Vallecano Ingin Juara Liga Conference demi Penggemar
-
Link Live Streaming Crystal Palace vs Rayo Vallecano: Siapa Bakal Cetak Sejarah?
-
Final Liga Conference: Misi Oliver Glasner Cetak Sejarah Buat Crystal Palace
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey