Suara.com - Makan Konate dikabarkan segera bergabung dengan klub Liga 1 Rans Nusantara FC, setelah kontraknya diputus Persija Jakarta.
Sebagaimana diketahui Persija Jakarta telah resmi mengumumkan perpisahannya dengan Makan Konate via media sosial, Kamis (16/6/2022).
Artinya, kerja sama antara Persija Jakarta dengan gelandang timnas Mali itu hanya berlangsung selama separuh musim saja, yakni sejak paruh kedua Liga 1 2021/2022.
"Terima kasih, Konate! Persija Jakarta secara resmi mengumumkan tidak melanjutkan kerja sama profesional bersama gelandang asal Mali, Makan Konate. Semoga sukses di tempat barumu, Makan!" tulis Persija lewat unggahan media sosial klub.
Setelah perpisahan ini, rumor selanjutnya menyebut bahwa Makan Konate akan segera bergabung dengan klub milik Raffi Ahmad, Rans Nusantara FC.
Berikut tiga alasan yang membuat Makan Konate akan merapat ke Rans Nusantara FC.
1. Komposisi Pemain Asing Rans Nusantara FC Belum Komplet
Sampai saat ini, komposisi pemain asing Rans Nusantara FC memang belum komplet. Makan Konate dikabarkan menjadi salah satu pelengkapnya.
Untuk sementara, Rahmad Darmawan, pelatih Rans Nusantara FC, baru mempunyai dua nama penggawa impor, yakni Victor Sallinas (Brasil) dan Kodai Lida (Jepang).
Baca Juga: Pelatih Persija Turunkan Dua Tim di Piala Presiden 2022
Sesuai regulasi slot pemain asing di Liga 1 2022/2023, Rans Nusantara FC masih memiliki dua slot tersisa.
Dengan demikian, pemain asal Mali itu bakal menjadi salah satu penggawa asing yang mengisi slot Rans Nusantara FC yang sejauh ini belum lengkap.
2. Rans Nusantara FC Akui Tertarik Datangkan Konate
Selain itu, alasan lain yang membuat Makan Konate akan segera berlabuh ke Rans Nusantara FC adalah pernyataan pihak klub.
Chief Operating Officer (COO) Rans Nusantara FC, Darius Sinathrya, tak menampik apabila pihaknya tertarik untuk mendatangkan Makan Konate.
Sebab, Darius mengakui bahwa tim asuhan Rahmad Darmawan ini akan merasa senang apabila mampu mendapatkan jasa gelandang berusia 30 tahun tersebut.
Berita Terkait
-
Marc Klok Persilakan Bobotoh Hadir, Jakmania Layangkan Protes Keras ke Erick Thohir
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Persija Terusir dari Jakarta, Paulo Ricardo Tetap Pasang Target Bungkam Persib
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati