Suara.com - Klub Liga Italia, AS Roma dikabarkan berminat untuk menghadirkan gelandang tengah Georginio Wijnaldum dari Paris Saint-Germain (PSG) pada bursa transfer musim panas ini.
Dikutip dari Football Italia, Rabu, pelatih AS Roma Jose Mourinho meminta klubnya tersebut untuk mendatangkan Wijnaldum terlebih situasi pemain asal Belanda itu di PSG tengah tidak menentu.
Hal ini terjadi setelah terjadi perubahan di tubuh menejemen PSG di mana kini posisi direktur olahraga diisi oleh Luis Campos dan pelatih ditempati Christophe Galtier yang berambisi untuk membangun sesuatu yang baru di Paris.
Selain itu, diketahui Mourinho merupakan penggemar dari Wijnaldum dan pelatih asal Portugal itu percaya pemain asal Belanda itu akan menjadi potongan yang tepat dalam sistem taktiknya bersama AS Roma.
Diperkirakan AS Roma dapat melakukan peminjaman pemain berusia 31 tahun tersebut dengan opsi pembelian sebesar 20 juta euro atau sekitar Rp306 miliar, namun Giallorossi memiliki kendala soal gaji dari mantan pemain Liverpool tersebut.
Saat ini Wijnaldum menerima gaji sebesar 9 juta euro (sekitar Rp137 miliar) per musim di PSG dan Les Parisiens bersedia untuk membayar setengah dari itu jika pemain tersebut dipinjamkan ke AS Roma.
Meski pada akhirnya harus menanggung sebesar 4,5 juta euro untuk menggaji Wijnaldum, mereka dihadapkan dengan Undang-undang Keputusan Pertumbuhan yang tidak dapat dimanfaatkan karena hanya akan menjadi pinjaman satu tahun, setidaknya pada awalnya.
Direktur AS Roma Tiago Pinto diyakini tidak keberatan untuk mendatangkan Wijnaldum, namun ia harus meringankan pengeluaran gaji pemain dari klub dengan menjual Jordan Veretout, Amadou Diawara dan Justin Kluivert.
Wijnaldum didatangkan PSG dari Liverpool pada musim lalu dan tercatat telah tampil sebanyak 38 pertandingan di berbagai ajang serta menyumbangkan tiga gol serta tiga assist dari total 1.993 menit bermain.
Baca Juga: Dapat Lampu Hijau dari Francesco Totti, Paulo Dybala Tetap Ogah Pakai Nomor 10 di AS Roma
[Antara]
Berita Terkait
-
Prediksi Peluang Arsenal untuk Juara Liga Champions Lebih Besar dari PSG
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
-
Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Duel Senior vs Junior: Luis Enrique Kirim Pesan Khusus ke Mikel Arteta Jelang Final Liga Champions
-
Kompany Tegaskan Bayern Munich Tak Kalah Kualitas dari PSG Meski Gagal ke Final
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati