Suara.com - Munculnya wacana bergabungnya Indonesia ke Federasi Sepak Bola Asia Timur (EAFF) turut menyajikan rekor pertemuan ketika timnas Indonesia berjumpa negara-negara anggotanya.
Jika ditelisik lagi, sebetulnya timnas Indonesia tak memiliki rekor impresif ketika berjumpa negara-negara yang tergabung di EAFF.
Dalam beberapa ajang, timnas Indonesia sering kali menelan kekalahan ketika harus berhadapan dengan negara-negara asal Asia Timur.
Hal ini karena memang negara-negara EAFF memiliki kekuatan yang relatif lebih kuat ketimbang Indonesia maupun anggota AFF.
Salah satu catatan pertemuan yang paling mencolok ialah perjumpaan antara Indonesia dengan Korea Selatan yang telah 60 kali bertanding di berbagai ajang.
Dari semua pertandingan itu, hanya ada enam laga yang mampu dimenangkan timnas Indonesia. Sementara lima laga lainnya berakhir imbang dan 46 lainnya berakhir dengan kekalahan.
Kemudian, skuad Garuda juga tak punya rekor pertemuan yang apik saat harus berhadapan dengan China. Sejauh ini, sudah ada 19 laga yang tersaji.
Skuad Merah Putih hanya mampu menang dua kali. Lalu, empat laga berakhir seri dan 13 lainnya berujung dengan kekalahan.
Rekor buruk timnas Indonesia juga masih berlanjut ketika menghadapi Jepang. Dari 17 laga, Indonesia mampu menang tujuh kali, dua imbang, dan kalah delapan kali.
Baca Juga: Bima Sakti Janji Timnas Indonesia Main High Pressing di Piala AFF U-16 2022
Selanjutnya, catatan melawan Korea Utara juga belum berpihak pada Indonesia. Sebab, sembilan pertemuan belum mampu berakhir dengan kemenangan, yakni dengan catatan satu kali imbang dan delapan kali kalah.
Catatan positif skuad Garuda Muda baru muncul ketika menghadapi lawan-lawan yang relatif lebih mudah seperti Taiwan, Hong Kong, dan Mongolia.
Duel melawan Taiwan, misalnya, sudah berlangsung sebanyak 14 kali. Indonesia mampu mengamankan 10 kemenangan dan empat lainnya kalah.
Lalu, saat menghadapi Hong Kong yang sudah berlangsung sebanyak 23 laga, Indonesia menang 13 kali. Lima lainnya imbang dan lima sisanya dimenangkan tim lawan.
Adapun duel melawan Mongolia sudah berlangsung empat kali dan semuanya sukses dimenangkan oleh skuad Garuda Muda.
Untuk menghadapi dua negara EAFF lainnya, Indonesia belum punya catatan pertemuan, yaitu saat melawan Kepulauan Mariana Utara dan Guam.
Berita Terkait
-
Soroti Naturalisasi di Timnas Indonesia U-19, Media Vietnam Sinis: Takut Jadi Lumbung Gol di Piala Dunia U-20
-
3 Pemain Pengganti untuk Jim Croque Cs yang Bisa Dilirik PSSI dan Shin Tae-yong, Ada yang Main di Ajax
-
5 Negara yang Berhasil Pindah Konfederasi, Indonesia Menyusul?
-
Bongkar Kelemahan Pemain Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Sebut Terlalu Ramah dan Lemah Lembut
-
Soal Wacana Tinggalkan AFF, Sikap PSSI Dinilai Kekanak-kanakan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?