Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Prabowo Subianto terhadap sepak bola nasional.
Dikutip Antara, Selasa (2/8/2022), Menpora Zainudin Amali mengatakan salah satu dukungan yang patut diapresiasi dari Prabowo Subianto adalah Kejuaraan Nusantara Open 2022 di Stadion Pakansari, Bogor yangyang resmi berakhir Senin (1/8/2022) kemarin.
"Atas nama pemerintah saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan Turnamen Nusantara Open 2022, Piala Prabowo Subianto," kata Amali saat menutup Kejuaraan Nusantara Open 2022.
"Saya mengapresiasi dan sampaikan terima kasih kepada bapak Prabowo Subianto yang telah memulai kerja besar yakni memberi semangat persepakbolaan nasional," tambahnya.
Melihat jalannya turnamen Nusantara Open 2022 yang memperebutkan Piala Prabowo Subianto, Menpora Amali menaruh harapan besar timnas sepak bola Indonesia bisa bermain di Piala Dunia nantinya.
Pria berdarah Gorontalo itu berharap para peserta dapat terus berlatih mewujudkan mimpi besar bangsa agar timnas dapat bermain di Piala Dunia di masa mendatang.
Selain itu, Amali menjelaskan bahwa sepak bola merupakan satu di antara cabang olahraga yang termasuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
"Saya menaruh harapan besar karena rakyat Indonesia yang saat ini 277 juta memiliki mimpi besar agar timnas sepakbola Indonesia bisa bermain di Piala Dunia. Apa yang dilakukan oleh Bapak Prabowo ini dan timnya adalah cikal bakal untuk mewujudkan mimpi agar timnas menjadi peserta Piala Dunia," ungkap Amali.
"Kepada para peserta yang ikut berkompetisi dan ikut turnamen ini tugas kalian bukan hanya sampai turnamen ini ditutup, tetapi kalian harus tetap berlatih, bekerja keras dan bersama-sama dengan Bapak Prabowo mewujudkan mimpi besar bangsa," sambungnya.
"Untuk itu menjadi tanggungjawab kita semua memajukan sepakbola. Pemerintah tidak akan sanggup sendiri tanpa dukungan dari seluruh masyarakat khususnya yang peduli terhadap sepakbola seperti Bapak Prabowo Subianto. Saya yakin sepakbola nasional akan maju ke depan bersama pak Prabowo," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Terharu Presiden Datang ke Bantaran Rel Senen, Emak-emak Berharap Diberi Hunian Layak
-
Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak
-
Mendagri Sebut WFH Sehari Sepekan Tak Masalah, Tinggal Tunggu Arahan Presiden
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
4 Pemain Tertinggi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Elkan Baggott Paling Menonjol
-
'Kejanggalan' Pemilihan Pemain Timnas Indonesia, John Herdman Beri Penjelasan
-
Respons Elkan Baggott Lihat Timnas Indonesia Kini Penuh Pemain Top
-
Debut di FIFA Series, John Herdman Langsung Bicara Target Piala Dunia 2030
-
Bela Beckham, Marc Klok: Tak Ada Manfaat Bullying Pemain Timnas
-
Kegilaan Duel Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis, Laga Rp100 Miliar kontra Rp11 Miliar
-
Juara FIFA Series 2026 akan Dapat Trofi? Simak Faktanya
-
Justin Hubner Alami Insiden Pesawat Mengerikan di Balik Keterlambatannya Gabung Timnas Indonesia
-
Misteri Terpecahkan! Ini Alasan Dean James Dicoret Timnas Indonesia di Tengah Polemik KNVB
-
Psywar Pelatih Bulgaria, Sebut Timnas Indonesia Hebat Sebelum Era Naturalisasi