Suara.com - Sudah layak jika publik berterima kasih ke Thomas Tuchel karena mengantarkan Chelsea bertahan sebagai tim besar. Sebab di tangan Thomas Tuchel, The Blues bisa raih prestasi di Liga Champions, Piala Super, dan Piala Dunia Antarklub. Tapi akhirnya Thomas Tuchel dipecat.
Tapi apalah daya, Chelsea memutuskan pecat Thomas Tuchel. Namun baiknya, Chelsea tidak melupakan perjuangan Thomas Tuchel selama jadi pelatih. Bahkan Thomas Tuchel layak masuk sejarah Chelsea dengan predikat baik.
Jaga tangis Anda, karena kita nostalgia dengan perjalanan Thomas Tuchel selama melatih Chelsea.
Jejak kaki Thomas Tuchel pertama kali membekas di Chelsea pada 26 Januari 2021, Tuchel menandatangani kontrak 18 bulan. Jika bagus, dalam kontrak itu, dia terus akan diperpanjang.
Baru saja teken kontrak, Thomas Tuchel pun bikin sejarah sebagai orang Jerman pertama yang ditunjuk sebagai pelatih kepala klub.
Pada muslim liga 2020–2021, untuk pertama kalinya Thomas Tuchel ambil alih pertandingan pertama. Namun hanya hasil imbang tanpa gol di kandang melawan Wolverhampton Wanderers. Hanya saja sebuah pertandingan yang mencatat rekor penguasaan bola terbanyak yaitu 78,9 persen.
Di hari-hari berikutnya Thomas Tuchel mengantarkan Chelsea memenangkan pertandingan pertamanya pada 31 Januari, mengalahkan Burnley 2-0. Lalu memenangkan derby London pertamanya (dan pertandingan tandang pertamanya) dengan mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 pada 4 Februari.
Pada tanggal 11 Februari, Tuchel membimbing Chelsea ke perempat final Piala FA dengan kemenangan tandang 1-0 atas tim EFL Championship Barnsley, memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi lima pertandingan.
Pada tanggal 8 Maret, rekor tak terkalahkan Tuchel diperpanjang menjadi sebelas pertandingan setelah kemenangan kandang 2-0 di liga atas Everton, menjadi pelatih kepala pertama dalam sejarah Liga Premier yang menjaga clean sheet kandang berturut-turut dalam lima pertandingan kandang pertama mereka.
Baca Juga: Thomas Tuchel Resmi Dipecat, Graham Potter Favorit Jadi Pelatih Baru Chelsea
Lalu rekor tak terkalahkan berakhir pada 14 pertandingan, dengan kekalahan kandang 5-2 melawan West Bromwich Albion pada 3 April.
Thomas Tuchel mengantarkan Chelsea ke Final Liga Champions menyusul kemenangan agregat 3-1 atas Real Madrid di semi-final, menjadi pelatih pertama yang mencapai final berturut-turut dengan dua klub berbeda.
Lalu Thomas Tuchel memimpin Chelsea menuju kejayaan Eropa dengan kemenangan 1-0 atas Manchester City di final.
Hasil bagus di musim pertamanya, Thomas Tuchel pun diperpanjang kontrak.
Musim 2021–2022
Peran penuh Thomas Tuchel di musim kedua pegang Chelsea mulai terasa. Dia pun mulai mengatur transfer pemain untuk memperkuat berbagai lini.
Saat itu dia salah satunya mengontrak Saúl íguez dengan status pinjaman selama satu musim dari Atlético Madrid. Racikannya pun benar, Chelsea memulai musim dengan delapan pertandingan tak terkalahkan beruntun, lalu memenangkan Piala Super UEFA.
Chelsea pun sempay mencatat kemenangan skor tertinggi mereka di bawah Tuchel, kemenangan kandang 4-0 atas Malmö di Liga Champions. Belum sampai di situ, kemudian Chelsea memulai 12 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi, yang berpuncak pada kekalahan tandang 3-2 melawan West Ham United pada 4 Desember.
Lalu Thomas Tuchel memimpin Chelsea ke Final Piala EFL 2022 menyusul kemenangan agregat 3-0 di semifinal atas rival sekota Tottenham Hotspur. Namun Chelsea kalah di final melawan Liverpool melalui adu penalti.
Namun Chelsea memenangkan Piala Dunia Antarklub FIFA. Ini kemenangan Piala Dunia Antarklub pertama Chelsea.
Musim 2022–2023
Di musim ini merupakan hal paling buruk untuk Thomas Tuchel. Dia dikeluarkan dari lapangan pada akhir hasil imbang 2-2 dengan Tottenham Hotspur setelah konfrontasi dengan Antonio Conte di akhir pertandingan.
Akhirnya pada 7 September 2022, Thomas Tuchel dipecat sebagai manajer tim menyusul kekalahan 1-0 The Blues dari Dinamo Zagreb.
Profil Thomas Tuchel
Thomas Tuchel pria kelahiran 29 Agustus 1973. Bisa jadi Thomas Tuchel ini merupakan pelatih dengan karier sepakbola sebagai pelatih terpanjang. Sebab karir Thomas Tuchel sebagai pemain cukup miskin.
Thomas Tuchel asal Jerman. Lahir di Krumbach, karier bermain Tuchel berakhir pada usia 25 tahun akibat cedera tulang rawan lutut kronis, dan pada tahun 2000, ia memulai karier kepelatihannya, bekerja untuk tim junior di VfB Stuttgart selama lima tahun. Nah ini lah yang menjadikan Thomas Tuchel miskin pengalaman sebagai pemain.
Pada tahun 2009, setelah periode satu tahun yang sukses di FC Augsburg II, ia direkrut oleh klub Bundesliga yang baru dipromosikan Mainz 05.
Pada tahun 2018 Tuchel melatih tim asal Prancis Paris Saint-Germain, Tuchel berhasil memenangkan 2 gelar Liga Prancis, termasuk meraih domestic quadruple pada musim kedua dan berhasil mencapai final Liga Champions yang pertama untuk Paris Saint-Germain.
Namun, pada tahun 2020 Tuchel dipecat dan diangkat sebagai kepala pelatih Chelsea pada tahun 2021.
Sebelum dengan Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel sempat melatih Borussia Dortmund. Tapi Thomas Tuchel dianggap gagal memaksimalkan performa Borussia Dortmund di Bundesliga. Selain itu Thomas Tuchel juga ribut dengan manajemen Borussia Dortmund.
Padahal raihan Tuchel tidak jelek-jelek banget. Tuchel meninggalkan Dortmund dengan catatan 68 kali menang, 23 kali seri, dan 17 kali kalah dalam 108 pertandingan, dengan persentase kemenangan 62,96 persen.
Sementara saat meninggalkan Paris Saint-Germain, Tuchel mengantarkan Paris Saint-Germain dengan rekor 95 kemenangan, 13 seri, dan 19 kekalahan dalam 127 pertandingan, dengan persentase kemenangan terbaik dalam sejarah Ligue 1 (75,6 persen) dan rata-rata poin tertinggi per pertandingan (2,37, imbang dengannya. pendahulunya Emery).
Terimakasih Coach Thomas Tuchel...
Tag
Berita Terkait
-
Raphinha Murka, Barcelona Merasa Dirampok Wasit Saat Disingkirkan Atletico Madrid
-
Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions
-
Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG
-
Kalah Agregat, Alvaro Arbeloa Tegaskan Tak Butuh Keajaiban Hadapi Bayern Munich
-
Cedera di Laga Liverpool vs PSG, Hugo Ekitike Terancam Absen Panjang
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Intip Gol Dahsyat Luke Vickery, Striker Idaman John Herdman Segera Gabung Timnas Indonesia?
-
Sukses Akhiri Tren Negatif, Allano Lima Harap Persija Konsisten Demi Gelar Juara
-
Penantian Berbuah Manis, Dia Syayid Jalani Debut Emosional Bersama Persija
-
Dikritik Bobotoh, Uilliam Barros Dapat Pembelaan dari Bojan Hodak
-
Indisipliner, Romelu Lukaku Terancam Didepak Napoli
-
Jelang Lawan Sporting CP, Mikel Arteta: Kami Tidak Punya Rasa Takut
-
Raphinha Murka, Barcelona Merasa Dirampok Wasit Saat Disingkirkan Atletico Madrid
-
Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions
-
Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG
-
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026? FIFA Dikabarkan Gelar Play-off Tambahan