- Pelatih Alvaro Arbeloa menyatakan Real Madrid siap menghadapi Bayern Munich pada leg kedua perempat final di Allianz Arena, Kamis.
- Tertinggal agregat 1-2, Real Madrid optimistis membalikkan keadaan berbekal mental juara dan sejarah panjang klub di Liga Champions.
- Kemenangan ditentukan oleh kesiapan fisik, strategi, dan ketahanan mental pemain untuk menaklukkan tantangan berat di markas Bayern Munich.
Suara.com - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa timnya tidak memerlukan keajaiban untuk membalikkan situasi saat menghadapi Bayern Munich pada leg kedua perempat final Champions League.
Los Blancos datang dengan agregat tertinggal 1-2 setelah kalah pada leg pertama yang berlangsung di Santiago Bernabeu. Pertandingan penentuan akan digelar di Allianz Arena pada Kamis.
“Saya tidak berpikir kami perlu melakukan keajaiban. Bila kami menang di leg pertama, itu juga tidak akan mengejutkan. Kiper mereka (Manuel Neuer) menjadi pemain terbaik, yang menunjukkan peluang yang kami miliki. Siapa pun yang mengenal Real Madrid tidak akan menganggap kemenangan di sini sebagai keajaiban,” ujar Arbeloa.
Meskipun berada dalam tekanan sepanjang leg pertama, Real Madrid nyaris menyamakan skor di menit-menit akhir pertandingan.
Arbeloa menilai situasi tersebut menjadi indikasi bahwa timnya masih memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan, apalagi para pemain saat ini berada dalam kondisi percaya diri yang tinggi.
Ia juga menyoroti kekuatan mental dan sejarah panjang klub di kompetisi ini. Dengan koleksi 15 trofi Liga Champions, Arbeloa meyakini Real Madrid termasuk tim yang paling siap menghadapi tekanan, termasuk ketika bermain di markas lawan.
Menurutnya, faktor penentu kemenangan akan bergantung pada kesiapan tim secara menyeluruh, mulai dari mental, strategi, hingga kondisi fisik pemain.
Arbeloa menegaskan bahwa timnya akan tampil dengan penuh kebanggaan, membawa identitas klub, serta menunjukkan kualitas sebagai salah satu kekuatan utama di Eropa.
Di sisi lain, Bayern Munich tetap menjadi lawan yang sulit ditaklukkan, mengingat pengalaman dan kualitas yang mereka miliki tidak kalah kuat.
(Antara)
Berita Terkait
-
Cedera di Laga Liverpool vs PSG, Hugo Ekitike Terancam Absen Panjang
-
Hasil Liga Champions: Barcelona Tersingkir Meski Menang dari Atletico Madrid
-
Hasil Liga Champions: PSG Hancurkan Liverpool dengan Agregat 4-0
-
Jelang Lawan PSG, Szoboszlai Tantang Fans Liverpool: Percaya Gak The Reds Bisa Comeback?
-
14 Laga Kebobolan! Lini Belakang Barcelona Jadi Bom Waktu Lawan Atletico, Misi Sulit Remontada
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara
-
Alexis Mac Allister: Tenang, Timnas Argentina Pengalaman di Semifinal
-
Rodrigo De Paul: Saya Harus Kendalikan Emosi di Laga Argentina vs Inggris
-
Jelang Argentina vs Inggris, Gonzalo Montiel: Kami Sudah Lewati Masa Sulit
-
Kata-kata Didier Deschamps, Prancis Aneh Hadapi Spanyol Hingga Angkat Koper dari Piala Dunia 2026
-
Pedro Porro: Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Tidak Ada di Mimpi Paling Liar Saya
-
Rekor Sempurna Luis de la Fuente: Spanyol 14 Pertandingan Tanpa Kalah
-
Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, De la Fuente: Pemain Luar Biasa
-
Kontroversi Semifinal Piala Dunia 2026? Yamal Handball, Spanyol yang Dapat Penalti
-
Rekor 7 Dekade Prancis Patah! Spanyol ke Final Piala Dunia Setelah 16 Tahun