Bola / Bola Dunia
Jum'at, 09 September 2022 | 12:50 WIB
Striker Tottenham Hotspur asal Brasil, Richarlison (tengah) melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua timnya selama pertandingan pertama Grup D Liga Champions 2022-2023 antara Tottenham vs Olympique de Marseille, di Stadion Tottenham Hotspur, di London, pada 7 September 2022. Adrian DENNIS / AFP

Suara.com - Momen haru tak terlupakan dialami striker Tottenham Hotspur, Richarlison. Dia menangis di pelukan sang ayah usai mencetak dua gol kemenangan The Lilywhites di Liga Champions 2022-2023.

Richarlison memborong seluruh gol Tottenham Hotspur saat mengalahkan Marseille 2-0 dalam matchday perdana Grup D Liga Champions 2022-2023, Kamis (8/9/2022).

Bermain di kandangnya sendiri, Tottenham dan Marseille bermain ngotot sejak sepak mula. Sayangnya, tak ada gol yang tercipta di paruh pertama.

Namun di paruh kedua, keadaan pun berubah untuk Tottenham. Apalagi dengan dikartu merahnya penggawa Marseille, Chancel Mbemba di menit ke-47.

Kehilangan satu pemain membuat Marseille pun terus menerus ditekan Tottenham yang berhasrat menciptakan gol.

Alhasil papan skor pun berubah di menit ke-76. Adalah Richarlison yang berhasil membawa Tottenham unggul di laga ini.

Striker Tottenham Hotspur Richarlison (kanan) mencetak gol dari sundulan pada pertandingan Grup D Liga Champions antara Tottenham dan Olympique de Marseille di Stadion Tottenham Hotspur, London, 7 September 2022. (AFP/ADRIAN DENNIS)

Keunggulan ini pun kembali bertambah lima menit kemudian. Lagi-lagi Richarlison mampu mencatatkan namanya di papan skor.

Dua gol Richarlison ini pun lantas mengakhiri laga dan memberikan tiga poin perdana bagi Tottenham Hotspur di laga perdana Liga Champions 2022/2023 grup D.

Seusai laga, Richarlison yang menjadi pahlawan kemenangan Tottenham di laga ini lantas berjalan ke arah rekan dan keluarganya yang berada di tribun stadion.

Baca Juga: Liverpool Dilumat di Markas Napoli, Jamie Carragher Kutuk Cara Bertahan Van Dijk Cs

Tak disangka, dirinya pun menangis saat menemui rekan dan keluarganya itu. Kira-kira, apa penyebab Richarlison menangis?

Impian Bermain di Liga Champions

Usut punya usut, tangis Richarlison di pelukan sang ayah dan keluarganya pasca laga kontra Marseille merupakan tangis bahagia.

Hal ini tak lepas dari impiannya bermain di Liga Champions. Pemain berusia 25 tahun ini diketahui telah mendambakan momen bermain di salah satu ajang terpopuler itu.

Dalam cuitannya di media sosial Twitter, Richarlison menyebutkan bahwa dua gol yang ia cetak di debutnya di Liga Champions merupakan perjuangan selama bertahun-tahun.

Keberhasilan ini pun diakui Richarlison tak lepas dari peran sang ayah yang selalu mendukungnya dan berada di sisinya.

Load More