Secara umum, visi bermain tim semakin tajam karena menurunkan skema bermain yang dijabarkan pelatih, bukan sebagai reaksi dari strategi yang dipasang lawan atau situasi yang berkembang di lapangan.
Itu oleh-oleh penting lainnya dari laga persahabatan melawan Curacao yang sangat berharga untuk bekal kala menghadapi laga-laga dan turnamen-turnamen lain, termasuk Piala Asia 2023.
Dalam konteks Piala Asia 2023, Indonesia akan memasuki ajang ini dengan bekal peringkat FIFA paling rendah dibandingkan dengan 23 tim lainnya dalam turnamen yang venue-nya belum ditentukan setelah China mundur menjadi tuan rumah tersebut.
Indonesia juga berpotensi berada dalam satu grup bersama tim-tim berpostur lebih tinggi.
Saat ini Indonesia berada di Pot 4 bersama India, Tajikistan, Thailand, Hong Kong, dan Malaysia yang berperingkat antara 104 sampai 152.
Nantinya Indonesia akan satu grup dengan salah satu tim dari tiga pot lain yang semuanya berperingkat di bawah 100, kecuali Lebanon.
Indonesia akan satu grup dengan salah satu wakil Pot 3 yang hampir semuanya memiliki peringkat di bawah Curacao, kecuali Uzbekistan yang berperingkat 77. Tim-tim itu adalah Lebanon (100), Bahrain (85), Yordania (86), Palestina (94) dan Kyrgystan (95).
Calon lawan Indonesia dalam fase grup lainnya adalah salah satu tim dari Pot 2 yang dua di antaranya berperingkat di bawah Curacao.
Di sini, salah satu dari Uni Emirat Arab (69), Iraq (70), Oman (75), China (78), Suriah (89) atau Vietnam (97) akan menjadi lawan Indonesia dalam fase grup.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-16 Lanjutkan Seleksi Pemain dan Pemusatan Latihan di Bogor
Sebaliknya dari Pot 1, Indonesia mungkin sangat sulit memetik hasil meyakinkan karena penghuni pot ini adalah tim-tim berperingkat teratas di Asia.
Mereka adalah Iran (23), Jepang (24), Korea Selatan (28), Australia (39), Qatar (49), dan Arab Saudi (53).
Tak Mustahil
Tetapi bola itu bundar. Apa pun bisa terjadi.
Dengan mengalahkan Curacao yang berperingkat 84, secara teoritis Indonesia bisa mengalahkan tim-tim Piala Asia 2023 yang berada di bawah peringkat Curacao, termasuk Yordania yang mengalahkan Indonesia 0-1 dalam babak penyisihan Piala Asia 2023 di Kuwait pada 11 Juni tahun ini.
Kemenangan atas Curacao sendiri membuat kepercayaan diri pemain-pemain Indonesia bertambah.
Harap diingat pula, Indonesia saat ini dilatih oleh orang yang pernah membuat tim berperingkat jauh lebih tinggi menjadi tidak ada apa-apanya ketika Shin Tae-yong memimpin Korea Selatan membungkam Jerman 2-0 dalam Piala Dunia 2018 pada 27 Juni tahun itu.
Di sini Shin terlihat sebagai pelatih yang menyukai tantangan dan sekaligus ambisius, bahwa siapa pun bisa dikalahkan. Mentalitas ini tengah dia tularkan kepada semua skuad yang dilatihnya saat ini di Indonesia.
Sementara itu, waktu yang masih panjang yang bisa diisi dengan laga-laga bermutu menghadapi tim-tim berkualitas baik dan berperingkat tinggi lainnya bisa membuat Indonesia semakin baik, kuat dan solid.
Sedangkan seleksi pemain yang tepat sasaran dan latihan intensif yang matang, membuat hal yang sebelum ini terlihat mustahil menjadi mungkin terjadi dalam Piala Asia tahun depan.
Resep Shin sendiri secara umum terlihat ampuh, termasuk dalam merekrut pemain-pemain yang kaya pengalaman bertanding di luar negeri, khususnya dari zona kompetitif, seperti Eropa.
Langkah dia sudah umum ditempuh tim-tim mana pun, termasuk tim bertradisi juara, seperti Brazil dan Argentina, yang tetap mengandalkan pemain-pemain yang berpengalaman bertarung di luar negeri, sekalipun liga domestik mereka tak kalah kompetitif.
Jadi, dalam soal ini, tak perlu lagi memperdebatkan dari mana asal pemain timnas karena yang lebih penting adalah kualitasnya terbukti baik di lapangan.
Lebih penting lagi adalah bagaimana memanfaatkan waktu delapan bulan sebelum Piala Asia 2023. Ini adalah jarak masa yang lebih dari cukup untuk mematangkan diri guna menjadi semakin kuat dan padu.
Perkembangan-perkembangan signifikan sangat mungkin terjadi dalam beberapa bulan ke depan sampai kemudian Indonesia bisa memasuki arena Piala Asia 2023 dengan keyakinan bahwa "Tidak ada yang tidak bisa dikalahkan".
[Antara]
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Wakil Rakyat Ingatkan Bahaya Naturalisasi Instan
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Jakarta Hampir 3 Pekan Tak Hujan, Modifikasi Cuaca Terkendala Minim Awan
-
Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi Meluncur: Bawa Layar 144Hz, Dimensity 7400 Ultimate, dan Baterai 6.500 mAh
-
Awas! Pengelola SPPG Bisa Dijerat Pasal Berlapis Jika Menu MBG Bikin Keracunan
-
Duka NTT, Gempa M7,7 Tewaskan 47 Orang dan Paksa 5.000 Warga Mengungsi
-
Pasar Saham Pekan Ini Variatif, Kapitalisasi BEI Naik tapi Transaksi dan Volume Melemah
-
Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi
-
Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya
-
Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar