News / Nasional
Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:24 WIB
Sejumlah pasien terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026), setelah daerah itu dilanda gempa dahsyat. [ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz]
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 7,7 di Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) menyebabkan 47 orang meninggal dunia.
  • Bencana tersebut memaksa 5.000 warga mengungsi serta memicu kerusakan masif pada ribuan bangunan rumah dan fasilitas.
  • BNPB menyatakan para pengungsi di berbagai wilayah sangat membutuhkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar mendesak.

Suara.com - Sebanyak 5.000 warga terpaksa mengungsi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menyebabkan 47 orang meninggal dunia dan memicu kerusakan bangunan secara masif.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan berdasarkan data terkini per Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar terpantau berada di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa.

“Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu.

Sementara itu, jumlah pengungsi di Kabupaten Manggarai mencapai 2.078 jiwa. Ratusan pengungsi lainnya tercatat berada di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, serta di dua wilayah di provinsi berbeda, yakni Bima dan Kepulauan Selayar.

Berton mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik para pengungsi menjadi salah satu prioritas dalam penanganan masa darurat.

“Para penyintas, khususnya di Kabupaten Manggarai, sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih (tandon), hingga genset,” ujarnya.

Guncangan gempa juga diikuti 341 kali aktivitas gempa susulan yang turut memperparah dampak bencana.

Dalam musibah tersebut, sebanyak 47 orang meninggal dunia. Mayoritas korban berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 23 jiwa dan Manggarai Timur 17 jiwa.

“Sementara itu, korban jiwa lainnya tersebar di Kabupaten Sikka 4 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Ende 1 jiwa, dan Nagekeo 1 jiwa. Setidaknya 101 warga dilaporkan luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam,” jelasnya.

Baca Juga: 3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa yang berpusat di laut tersebut juga menyebabkan kerugian material dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Data sementara di wilayah NTT mencatat sebanyak 914 unit rumah mengalami rusak berat, 126 unit rusak sedang, dan 317 unit rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas publik, di antaranya 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah.

Load More