Suara.com - Pelatih Bali United Stefano Cugurra berharap banyak hal positif bisa terjadi pasca Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino. Salah satunya soal masa depan sepak bola Indonesia pasca pandemi COVID-19 dan kericuhan tragedi Kanjuruhan.
Gianni Infantino telah bertemu dengan Presiden Jokowi pada Selasa siang (18/10) di Istana Negara, Jakarta, guna membicarakan persepakbolaan Indonesia imbas dari tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Setelah bertemu Jokowi, orang nomor satu dalam badan sepak bola dunia itu kembali ke Selandia Baru hari ini.
Gianni akan kembali lagi ke Indonesia saat pelaksanaan G20 yang akan dilaksanakan bulan depan di Bali, dan direncanakan akan berkantor lama di Indonesia untuk mereformasi sepak bola Indonesia.
Seiring dengan Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan setidaknya 133 orang, operator Liga 1 menyetop sementara kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 hingga waktu yang belum ditentukan.
"Situasi saat ini memang Presiden FIFA sudah datang ke Indonesia untuk bertemu Pemerintah dan PSSI. Mudah-mudahan dari pertemuan tersebut ada perubahan menuju ke arah yang lebih baik untuk sepak bola Indonesia," kata Infantino dalam laman klub, Rabu.
Pelatih yang akrab disapa Teco itu menyebutkan skuad Serdadu Tridatu kembali menjalani sesi latihan pada Rabu, setelah mendapat waktu libur akhir pekan lalu.
Pada latihan tersebut, program latihan fisik menjadi menu pertama yang dilakoni Bali United di Gelora Tri Sakti, Legian.
Seluruh pemain Bali United menikmati setiap sesi yang dibagi dalam tiga bagian meskipun memang kejelasan kembalinya lanjutan kompetisi pekan 12 Liga 1 belum terdengar.
Pelatih asal Brasil yang sudah menangani Bali United sejak 2019 itu mengungkapkan saat ini pemain memang hanya bisa melakoni latihan tanpa ada kepastian kompetisi.
"Kita tetap latihan menjalani program seperti biasa saat ini. Tim dari pelatih, ofisial hingga pemain hanya menunggu kapan bisa kembali kompetisi berjalan," kata Teco.
Situasi seperti ini membawa pada suasana kompetisi yang hampir mirip dengan masa-masa pandemi.
Perbedaannya, jika pandemi adalah isu kesehatan yang menjangkau seluruh dunia, sementara kali ini Tragedi Kanjuruhan menjadi isu olahraga yang melukai kompetisi sepak bola di Indonesia.
"Pada saat pandemi Covid, kita di Indonesia sudah merasakan tanpa kompetisi sepak bola. Kemudian saat kompetisi dimulai itu tanpa penonton. Tahun ini kita sudah mulai dengan penonton kemudian ada tragedi duka," kata pengoleksi tiga trofi Liga 1 tersebut.
"Kita sebagai orang yang terlibat di sepak bola hanya berharap keputusan terbaik dengan hadirnya Presiden FIFA ke Indonesia. Beliau bisa memberikan masukan yang terbaik," kata Teco.
"Jika memang saat kompetisi dimulai dengan tanpa penonton atau kehadiran penonton secara bertahap di stadion, maka menurut saya tidak begitu masalah," pungkas dia. (Antara)
Berita Terkait
-
I.League Cabut Larangan Suporter Tandang, Pertama Sejak Tragedi Kanjuruhan
-
Kronologi Lengkap Sengketa Persib vs Robert Rene Alberts yang Berujung Sanksi FIFA
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Persib Bandung Disanksi FIFA, Ferry Paulus Yakin Masalah Enteng Bakal Cepat Selesai
-
Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian
-
Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dievaluasi, Jangan Sampai Cuma Jadi Garis di Jalan
-
Aura Kasih Diam-Diam Terjun ke Bisnis Peternakan Ayam di Subang Berapa Omzetnya?
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan
-
Nadiem Makarim Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook