Suara.com - Shin Tae-yong bukan satu-satunya pelatih beken yang meramaikan persaingan di Piala Asia U-20 2023. Sederet nama pelatih kondang lainnya bakal menjajal strategi pelatih asal Korea Selatan itu di Grup A.
Timnas Indonesia U-19 akan tampil di Piala Asia edisi 2023 yang digelar di Uzbekistan. Timnas Indonesia U-19 tergabung di Grup A Piala Asia U-20 2023, bersama Uzbekistan, Irak dan Suriah.
Adu strategi menjadi kunci untuk babak penyisihan grup, mengingat lawan-lawan yang dihadapi membuat fan Tanah Air optimis skuad Garuda bisa melaju ke babak selanjutnya.
Berikut sejumlah pelatih beken yang akan bersaing dengan Shin Tae-yong di Piala Asia U-20 2023.
Farhod Nishonov (Uzbekistan)
Tim tuan rumah tentu menjadi lawan paling diwaspadai, dikomandoi Farhod Nishonov selaku pelatih kepala yang terbilang masih muda, usianya baru 31 tahun.
Meski menjadi pelatih termuda di Piala Asia U-20 2023, Farhod memiliki status cukup mentereng yakni pemain dengan karier lama di Uzbekistan.
Penunjukkannya pun baru dilakukan di awal Juli 2022, catatan bermainnya pun cukup mentereng dengan empat kali kemenangan dalam empat laga terakhir.
Emad Mohammed (Irak)
Baca Juga: Shin Tae-yong Dikaitkan dengan Timnas Vietnam, Begini Respons PSSI
Emad Muhammad berusia 40 tahun dan merupakan pelatih kepala untuk timnas Irak U-20, sosoknya juga merupakan mantan pemain di timnas Irak senior.
Karier melatih Emad dimulai pada 2014, dari klub lokal Al-Zawraa SC dan penunjukkannya sebagai pelatih kepala timnas Irak U-21 juga terbilang baru pada Mei 2021.
Mark Wotte (Suriah)
Mark Wotte merupakan pelatih senior berusia 61 tahun berasal dari Belanda, menjadi lawan paling berat Shin Tae-yong di babak penyisihan grup Piala Asia U-20 2023.
Segudang pengalaman dimiliki Wotte, mulai dari menukangi klub-klub Belanda seperti FC Den Bosch, Utrecht, RKJ Waalwijk dan Willem II.
Bahkan ia pernah menukangi timnas Belanda U-21 di tahun 2000, meskipun penunjukkan Wotte sebagai pelatih timnas Suriah U-20 baru dilakukan pada Agustus 2022.
[Penulis: Eko Isdiyanto]
Tag
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Bisa Diuntungkan? Erick Thohir Buka Suara Soal India di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kevin Diks Amankan Tempat di Tim Utama, Pelatih Gladbach Yakin dengan Bek Timnas Indonesia
-
Shin Tae-yog Boyong Persija TC ke Thailand, Satu Pemain Keturunan Ditinggal Gegara Ini
-
4 Wasit Diduga Terlibat Skandal Esek-esek, Salah Satunya Pernah Pimpin Laga Timnas Indonesia
-
Pesan Tegas dari Ruang Ganti Timnas Indonesia: Terima Sakitnya, Lalu Bangkit di FIFA ASEAN Cup 2026
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?