Suara.com - Fans sepak bola Brasil palsu mulai menghebohkn Piala Dunia 2022 Qatar. Mereka berpesta di jalan-jalan Doha, Ibu Kota Qatar. Namun warganet pintar, menuding mereka semua fans sepak bola palsu.
Video fans sepak bola palsu itu beredar di media sosial. Mereka dibayar untuk membuat Qatar meriah dengan hajatan sepak bola terbesar di dunia.
Video itu disebarkan Qatar Living – platform komunitas resmi pertama Qatar di TikTok.
Komentator di TikTok telah mengolok-olok video tersebut dengan cukup keras. Mereka yakin mereka fans palsu yang diberikan kaos dan dibayar untuk berpesta.
"Ini hanya orang-orang yang tinggal di Qatar yang mendapat beberapa t-shirt ... di mana penggemar sebenarnya?"
"Di mana perempuan? Di mana para gadis menari samba?”
Warga Qatar merasa malu melihat video tersebut.
“Apa yang terjadi di Qatar sekarang? Piala Dunia adalah hal paling memalukan yang pernah saya lihat di Sepak Bola. Karena penggemar memboikot Piala Dunia Qatar, mereka membayar penggemar untuk menyamar sebagai pendukung negara lain,” kata netizen di Twitter.
Dikutip dari dmarge, Qatar memang memiliki rekam jejak hal semacam ini.
Baca Juga: Gareth Bale Pastikan Dirinya 100 Persen Fit Tampil di Piala Dunia 2022
Pada tahun 2014, Qatar dituduh mempekerjakan pekerja migran sebagai penggemar olahraga untuk memenuhi venue acara.
Sementara The Guardian juga melaporkan pekerja migran dibayar sekitar 3,50 poundsterling untuk menjadi penggemar bola voli.
Berita Terkait
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Sihir Vinicius Junior di Miami: Cetak Brace, Bikin Ancelotti Geleng-Geleng Kepala
-
Daftar Negara yang Sudah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Neymar Akhirnya Debut di Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Langsung Meledak di Stadion
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey