Suara.com - Jelang laga Portugal vs Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2022, Pelatih Swiss Murat Yakin membeberkan strateginya. Terutama untuk menjaga Cristiano Ronaldo yang mungkin perlu diwaspadai.
Namun betapa terkejutnya, Murat Yakin mengaku tidak akan menyuruh timnya untuk menjaga ketat Ronaldo.
"Sebagai tim, kami siap dan terorganisir untuk pengaruh Ronaldo, tetapi tidak ada rencana khusus untuk mengikuti Cristiano dan kami akan melaksanakan rencana kami," katanya dikutip dari Record.
Skuad Swiss menargetkan menang dalam 90 menit. Jika tidak bisa, maka mereka pun tidak takut untuk adu penalti.
"Kami ingin menyelesaikan pertandingan dalam waktu regulasi. Tapi jika kami harus melakukan adu penalti, kami siap," katanya.
Dia menilai Swiss memiliki peluang untuk mencapai delapan besar Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Swiss belum pernah mencapai perempat final Piala Dunia sejak mereka menjadi tuan rumah 68 tahun lalu, meskipun tidak ada babak 16 besar di era itu.
Sementara, Swiss tersingkir di babak sistem gugur pertama di masing-masing dari dua Piala Dunia terakhir. Tetapi Yakin laga melawan Portugal harus menjadi motivasi yang cukup untuk timnya.
"Kami sadar bahwa kami akan memasuki pertandingan dengan tim yang dipersiapkan dengan baik, yang matang," katanya.
Portugal vs Swiss akan bertanding di Stadion Lusail Iconic, Rabu (7/12) dini hari WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi