Suara.com - Timnas Belanda akan menantang Argentina di perempat final Piala Dunia 2022. Melihat permainan yang mereka tunjukkan, mungkin banyak yang terkejut De Oranje mampu melaju jauh di ajang ini. Lalu apa rahasianya?
Louis van Gaal selaku pelatih Timnas Belanda mendapat sorotan dan kritik setelah timnya memainkan tiga pertandingan Grup A tanpa kekalahan guna melaju ke 16 besar dengan status juara grup.
Belanda tercatat meraih dua kemenangan dan satu imbang di fase grup yakni mengalahkan Senegal (2-0) dan tuan rumah Qatar (2-0), serta bermain imbang 1-1 dengan Ecuador.
Meski meraih hasil memuaskan, kritik yang menyebut permainan Belanda membosankan pun bermunculan, tak terkecuali dari mulut para jurnalis peliput Piala Dunia 2022.
Van Gaal pun membalas komentar reporter dengan menyebut itu cuma opini pribadi. Dia menolak label membosankan disematkan kepada timnya yang terbukti tampil ciamik tanpa kekalahan.
"Itu pendapatmu tapi menurutku pendapatmu bukan pendapat yang benar," kata Louis van Gaal dikutip dari SportsBrief.
Selepas fase grup, De Oranje melanjutkan penampilan solidnya dengan mengalahkan Timnas Amerika Serikat dengan skor 3-1 di babak 16 besar.
Mereka mampu menang meyakinkan kendati sepanjang pertandingan lebih banyak bertahan dan membiarkan Amerika Serikat tampil dominan dalam aspek penguasaan bola.
Permainan yang ditunjukkan Belanda-nya Van Gaal dianggap tidak mencerminkan filosofi sepak bola Belanda yang mengusung "Total Football", permainan menyerang nan dominan.
Baca Juga: Pelatih Kroasia Akui Takut Jumpa Brasil di 8 Besar Piala Dunia 2022: Kalau Bisa di Final Saja
Terkait hal itu, gelandang Belanda, Davy Klaassen mengisyaratkan bahwa dia dan rekan-rekannya ingin tampil sebagaimana filosofi sepak bola mereka, tetapi terpaksa bermain pragmatis karena keadaan.
Dengan komposisi pemain yang ada, Belanda dinilainya lebih baik bermain dengan kedisiplinan tinggi alih-alih tampil menyerang ala Total Football.
Tercatat, skuad Belanda saat ini "cuma" diisi delapan tim papan atas yakni Virgil van Dijk (Liverpool), Nathan Ake (Man City), Stefan de Vrij (Inter), Denzel Dumfries (Inter), Tyrell Malacia (Man United), Matthijs de Ligt (Bayern Munich), Frenkie de Jong (Barcelona) dan Memphis Depay (Barcelona).
Sisanya tersebar di klub-klub papan tengah atau klub liga domestik mereka yakni Eredivisie seperti Heerenveen, Ajax, Feyenoord, Bayer Leverkusen, PSV, Club Brugge, hingga Atalanta.
"Tentu saja kami ingin [bermain dengan 'gaya Belanda'], tapi pada akhirnya Anda ingin menang dan ini [hal] yang paling penting," kata Klaassen.
Di babak perempat final, Belanda akan menantang Argentina, tim yang mengalahkan mereka di semifinal Piala Dunia 2014 lewat adu penalti menyusul hasil imbang 0-0 di Sao Paulo.
Tag
Berita Terkait
-
Mbappe Hapus Tweet Tertawakan Spanyol Setelah Kalah dari Maroko
-
Latihan 1000 Penalti Sia-sia Belaka, Spanyol Tetap Tim Paling Sial di Babak Tos-tosan Piala Dunia
-
Cristiano Ronaldo Jadi Sorotan Karena Tak Ikut Selebrasi, Ngambek ?
-
Bruno Fernandes Dapat Predikat "Masterclass" Assist, Tak Ada Dia Portugal Tak Akan Menang Besar Lawan Swiss
-
Alasan Bek Timnas Belanda Lebih Waspadai Julian Alvarez Ketimbang Lionel Messi
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Gebrakan Indonesia di Markas PBB: UniLeague Jadi Model Dunia untuk Pemberdayaan Pemuda
-
Catat! Nonton Piala Dunia 2026 Kini Lebih Gampang
-
Asisten Bojan Hodak Takut Persib Kalah di Laga Pamungkas dan Gagal Juara
-
Inter Keliling Dunia! Chivu Bawa Nerazzurri ke Jerman, Hong Kong, Indonesia?
-
Mengenang Starting XI Pertama Mikel Arteta di Arsenal, Hanya Satu yang Tersisa Saat Juara
-
Kiper Buangan Pep Guardiola Bongkar Kunci Sukses Arsenal Juara Liga Inggris
-
Cesc Fabregas Ngelamar Jadi Pelatih Inter dengan Presentasi PowerPoint Berujung Ditolak
-
Conte Balik ke Juventus? Drama 12 Tahun yang Bisa Berakhir Musim Panas Ini
-
Suporter Rusuh Lagi! Sanksi Komdis PSSI Tak Efektif, Sampai Kapan Sepak Bola Indonesia Begini?
-
Piala Dunia 2026 Terancam Ricuh, Pekerja Stadion Los Angeles Ancam Mogok