Suara.com - Megabintang Timnas Brasil, Neymar bakal lapar gol di laga perempat final Piala Dunia 2022 lawan Timnas Kroasia. Penyerang berusia 30 tahun itu tinggal selangkah lagi mematahkan rekor Pele sebagai top skor sepanjang masa Brasil.
Timnas Brasil akan menghadapi Kroasia dalam laga delapan besar Piala Dunia 2022 di Stadion Education City, Qatar, Jumat (9/12/2022) malam ini pukul 22.00 WIB.
Neymar sendiri baru mencetak satu gol untuk Selecao --julukan Timnas Brasil-- di Piala Dunia 2022 ini, dengan ia sempat diganggu cedera engkel yang membuatnya absen di dua laga fase grup lalu.
Penyerang PSG itu menyumbang satu gol saat Brasil melibas Korea Selatan 4-1 pada laga babak 16 besar, dan kini dalam kondisi siap tempur lawan Kroasia untuk merebut tiket semifinal.
Neymar sendiri total telah mencetak 76 gol untuk Brasil dari 123 caps sepanjang karier internasionalnya, sejak melakoni debutnya pada 2010 silam.
Mantan penyerang Barcelona itu tinggal berjarak satu gol saja dari Pele (77) sebagai top skor sepanjanh masa Selecao.
Dan memang benar, selain membawa Brasil menang atas Kroasia dan lolos ke semifinal, Neymar juga mengincar pundi-pundi gol pada laga nanti.
"Jika mampu menyamai apalagi melewati rekor itu, dari seorang legenda fenonemal macam Pele, tentu itu adalah pencapaian dan tentunya kebanggaan luar biasa," tutur Neymar seperti dilansir Tribal Football, Jumat.
"Saya telah mencapai angka-angka yang tidak pernah terbayangkan bisa saya capai. Itu selalu menjadi hal yang sangat bagus. Itu membuat saya sangat gembira."
Baca Juga: Tak Ada Limit Target untuk Maroko di Piala Dunia 2022, Hakim Ziyech: Semifinal, Kenapa Tidak?
"Tentu saya berhasrat mencetak gol lawan Kroasia dan turut membantu tim lolos ke semifinal, lebih dekat lagi untuk target kami menjadi juara," pungkasnya.
Meski baru mencetak sebiji gol di Piala Dunia 2022 ini, Neymar tercatat telah terlibat atas terciptanya 15 gol dalam 11 penampilan terakhirnya untuk Brasil di seluruh kompetisi (8 gol, 7 assist).
Berita Terkait
-
Sejajar Pele dan Beckenbauer, Pau Cubarsi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal Pecahkan Rekor Pele dan Mbappe, Jadi Pemain Termuda Juara Euro dan Piala Dunia
-
Michael Olise Mengubur Rekor Assist Pele Setelah Bertahan Setengah Abad di Piala Dunia
-
Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah
-
Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Rumus Volume Kerucut Lengkap dengan Cara Hitung Paling Gampang
-
Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?
-
Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah
-
Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'
-
Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim
-
Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi
-
Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya
-
Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan
-
Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI