Suara.com - From zero to hero, dari tadinya cuma seorang caretaker kini menjadi pelatih legendaris Argentina. Itulah kisah Lionel Scaloni yang baru saja sukses membawa negaranya juara Piala Dunia 2022. Pelatih berusia 44 tahun itu pun membuktikan dirinya bukan juru taktik sembarangan.
Sebagai pemain, karier Scaloni bisa dibilang tidak gemerlap. Dia dulunya 'hanya' seorang bek kanan dengan cuma memperkuat klub-klub 'tanggung' Eropa seperti Deportivo La Coruna, Lazio dan West Ham United.
Bersama Timnas Argentina, Scaloni pun hanya mengantongi 7 caps dari periode 2003-2006 sebagai pemain.
Sebagai pelatih, Scaloni pun hanya menukangi Timnas Argentina U-20 sebelum jadi pelatih tim senior Albiceleste --julukan Timnas Argentina, setelah sebelumnya juga sempat jadi asisten pelatih Argentina dan juga Sevilla di bawah Jorge Sampaoli sebagai pelatih kepala.
Banyak fans sepak bola, bahkan suporter Argentina sendiri, meragukan hingga menentang keputusan AFA (PSSI-nya Argentina) ketika menunjuk Scaloni sebagai pelatih tim senior, menggantikan Sampaoli menyusul kegagalan di Piala Dunia 2018.
Saat itu, AFA rencananya hanya mempekerjakan Scaloni sebagai caretaker alias pelatih interim Argentina untuk dua laga ke depan sampai akhir tahun 2018. Namun, masa kerja Scaloni akhirnya diperpanjang hingga akhirnya jadi pelatih tetap.
Fans Argentina jadi semakin gemas lantaran staf pelatih Scaloni adalah para legenda hidup Albiceleste dengan nama besar macam Pablo Aimar, Roberto Ayala, hingga Walter Samuel.
Namun, semua keraguan itu dijawab Scaloni dengan prestasi mentereng. Usai membawa Argentina juara ketiga di Copa America 2019, Scaloni menjadi nahkoda utama Tim Tango untuk memenangkan tiga trofi prestisius sekaligus!
Scaloni mengantar Argentina mengangkat trofi Copa America 2021 mengalahkan tuan rumah Brasil, sang rival abadi, di laga final. Itu adalah gelar Copa pertama Argentina dalam 28 tahun.
Baca Juga: Pemain Muda Terbaik di 5 Edisi Terakhir Piala Dunia, Terbaru Enzo Fernandez
Setahun kemudian, Scaloni membawa Argentina memenangkan edisi pertama Finalissima, pertandingan yang mempertemukan juara bertahan Piala Eropa kontra juara bertahan Copa America. Argentina mengalahkan Italia dengan skor mencolok 3-0 pada Juni lalu.
Teraktual, mantan wing-back itu sukses membawa negaranya juara turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat, Piala Dunia. Pencapaian yang tentunya fenomenal setelah Argentina puasa jadi juara dunia selama 36 tahun.
Argentina asuhan Scaloni jadi kampiun usai mengalahkan Prancis pada laga final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar, Senin (19/12) dini hari WIB. Albiceleste menang adu penalti 4-2 setelah pertandingan 120 menit berakhir imbang 3-3.
Scaloni pun mencatat rekor jadi satu-satunya orang Argentina yang sukses menyandingkan deretan gelar prestisius itu hanya dalam rentang waktu 17 bulan!
Scaloni juga masuk buku sejarah Argentina sebagai orang pertama negara tersebut yang mampu mengawinkan gelar Copa America dan Piala Dunia untuk Albiceleste.
Ya, cuma Scaloni yang bisa, prestasi ini tak pernah bisa direalisasikan oleh pelatih Argentina mana pun dalam sejarah!
Berita Terkait
-
Biaya Gila Parkiran di Piala Dunia 2026: Termurah Rp1,2 Juta, Termahal Rp5 Juta
-
FIFA Jatuhi Sumardji Hukuman Larangan Dampingi Timnas Indonesia Sebanyak 20 Laga, Kenapa?
-
Alasan Timnas Futsal Indonesia Belum Tentu ke Piala Dunia meski Lolos Semifinal Piala Asia Futsal
-
Jelang Lawan Argentina, Timnas Spanyol Dalam Kondisi Mengkhawatirkan, Lini Belakang Krisis
-
Seruan Boikot Menguat,DFBAkhiri Polemik: Jerman Tetap Ikut Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Pantang Ciut, Newcastle United Pastikan Tampil Menyerang di Kandang Manchester City
-
Biaya Gila Parkiran di Piala Dunia 2026: Termurah Rp1,2 Juta, Termahal Rp5 Juta
-
Bukan ke Arab Saudi, Lionel Messi Dirumorkan Hijrah ke Negeri 1.000 Masjid
-
Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2031 Menguat, Satu Negara Pesaing Resmi Mundur
-
Derbi Panas hingga Big Match di GBK, Ini Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-20
-
Dapat Gaji Besar di Super League, Pemain Keturunan Rela Alami Kemunduran Karier
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Epstein Files: Bos Chelsea Todd Boehly Diajak Ketemuan, Abramovich Mau Beli Rumah Rp4 Triliun
-
Profil Nicholas Indra Mjosund, Satu-satunya Pemain Diaspora di Timnas Indonesia U-17
-
Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?