Suara.com - Real Madrid dan Barcelona dikabarkan telah mendaftarkan "El Clasico" sebagai merek dagang sebagaimana diberitakan media Spanyol, Football-Espana pada 25 Januari lalu.
"Keduanya mendaftarkan dan mematenkan merek dagang 'El Clasico' bersama pada Selasa (24/1/2023)," tulis Football-Espana.
"Mengingat keduanya ingin terjun ke bisnis bersama, itu menyiratkan bahwa itu harus menjadi bisnis yang menguntungkan bagi keduanya."
Keputusan dua tim tersukses di sepak bola Spanyol itu membuat kata "El Clasico" tak bisa lagi sembarangan digunakan, apalagi dijadikan sebagai sebuah produk atau jasa yang menghasilkan keuntungan.
Meski tak berhubungan secara langsung, terdaftarnya "El Clasico" sebagai merek dagang membuat sebutan untuk rivalitas dua tim sepak bola diberbagai negara mungkin saja harus berubah.
Pasalnya, banyak negara di luar Spanyol yang turut menggunakan sebutan "El Clasico" sebagai julukan saat dua tim besar dengan rivalitas tinggi saling bertemu, tak terkecuali di Indonesia.
Fans sepak bola Indonesia kerap menyebut duel Persija Jakarta vs Persib Bandung sebagai laga "El Clasico" mengingat rivalitas sengit kedua tim itu di BRI Liga 1.
Keputusan Madrid dan Barcelona mendaftarkan "El Clasico" sebagai merek dagang memunculkan pertanyaan apakah tim-tim lain seperti Persija dan Persib masih bisa menggunakan sebutan tersebut.
Menyitat pengertian dan fungsi merek di laman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, Kamis (26/1/2023), julukan El Clasico untuk laga Persija vs Persib seharusnya tetap bisa digunakan.
Baca Juga: 5 Pesepak Bola Dituduh Lakukan Pelecehan ke Perempuan, Terbaru Dani Alves
Pasalnya, El Clasico di laga Persija vs Persib hanya merupakan sebuah julukan dari para pecinta sepak bola untuk pertandingan yang mempertemukan dua tim besar itu.
Hal itu akan berbeda andai salah satu dari kedua tim itu atau pun pihak lain menjadikan "El Clasico" sebagai produk atau merek tertentu dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.
Berita Terkait
-
Real Madrid dan Barcelona Bersatu Patenkan El Clasico Sebagai Merek Dagang
-
Jadwal Bola Malam Ini Live TV: Real Madrid vs Atletico Madrid, Ronaldo Cs Tantang Al-Ittihad FC
-
Hasil Barcelona vs Real Sociedad: Gol Tunggal Dembele Bawa Blaugrana ke Semifinal Copa del Rey
-
Jelang Derby Madrid, Diego Simeone Minta Perpanjangan Waktu di Fase Gugur Copa del Rey Dihapus
-
Fakta Menarik Jelang Duel Barcelona vs Real Sociedad di Perempat Final Copa del Rey
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati