Suara.com - Federasi Sepak Bola Dunia FIFA resmi membatalkan drawing Piala Dunia U-20 yang sedianya akan digelar di Bali, Jumat (31/3/2023).
Indonesia pun mesti bersiap menerima hukuman karena gelaran Piala Dunia U-20 tersebut terancam batal. Jika hal tersebut benar-benar terjadi, sanksi juga akan berdampak pada atlet Indonesia yang berkarier di klub luar negeri.
Sanksi nyata pertama adalah Indonesia bisa dibekukan oleh FIFA. Di samping itu, Indonesia juga berpotensi dikecam negara-negara dunia karena gagal melaksanakan amanat FIFA.
Dua sanksi ini jelas akan mengancam karier pesepakbola Indonesia, atau atlet-atlet dari cabang olahraga lain yang sedang berjuang di luar negeri.
Pesepakbola akan bermain secara terbatas di klub di negara yang tidak memboikot Indonesia. Hal ini jelas akan membuat mereka hanya memiliki sedikit peluang memperkuat klub-klub papan atas atau liga bergengsi dunia. Akibat lain, nilai transfer pemain juga bisa turun.
Sanksi lainnya adalah Indonesia tidak bisa mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan kalender FIFA dan kehilangan kesempatan kembali untuk dipilih menjadi tuan rumah ajang olahraga. Padahal kompetisi olahraga internasional adalah sarana atlet tanah air mengembangkan diri.
Indonesia bisa jadi akan dicoret sebagai kandidat tuan rumah Piala Dunia 2034. Federasi olahraga dunia akan mempertimbangkan untuk tidak lagi memilih Indonesia sebagai tuan rumah pesta olahraga termasuk olimpiade. Belum lagi kecaman karena publik Indonesia dianggap bertindak diskriminatif mencampuradukan olahraga dengan politik.
Jika semua ini terjadi, banyak pemain, pelatih, wasit, insan olahraga, bahkan masyarakat yang bergantung pada event sepak bola kehilangan pekerjaan. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 500.000 orang.
Terakhir, Timnas U-16, U-19, dan U-20 dilarang mengikuti ajang sepak bola internasional jika FIFA sampai membekukan PSSI. Tentu saja ini akan mengancam regenerasi sepak bola Indonesia dan menghilangkan potensi pendapatan triliunan rupiah dari bisnis olahraga.
Terkait pembatalan drawing ini, panitia lokal (LOC) sudah mendapatkan pemberitahuan dari FIFA. Kepastian ini disampaikan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga dalam konferensi pers di GBK Arena, Minggu (26/3/2023).
Pesan pembatalan dari FIFA masih bersifat lisan yang disampaikan ke Ketua Umum PSSI sekaligus Ketua LOC, Erick Thohir. Pembatalan ini tak lepas dari gelombang penolakan terhadap keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20. Padahal sesi drawing idealnya dihadiri oleh semua peserta.
Update dari FIFA ini sendiri jelas jadi pukulan telak buat Indonesia selaku tuan rumah pesta sepak bola terakbar sejagat di level usia ini. Bisa saja Indonesia dicabut statusnya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang rencananya akan dimulai pada 20 Mei 2023 mendatang.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Jangan Sampai Nasib Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023 Seperti Peru, Langsung Coret
-
Bukan Cari Pencitraan buat Dongkrak Elektabilitas, Sikap PDIP Tolak Timnas Israel Demi Pancasila?
-
Nasib Buruk Sepak Bola Indonesia Jika Disanksi FIFA Tolak Timnas Israel Main di Piala Dunia U-20
-
3 Negara Bakal gantikan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20, Kena Banned FIFA?
-
Drawing Piala Dunia U20 Batal, Intip 6 Sanksi yang Bisa Diterima Indonesia Jika Gagal Jadi Tuan Rumah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Arne Slot Pastikan Cedera Florian Wirtz Tidak Serius
-
Joey Pelupessy Kepergok Balik ke Eredivisie Belanda, Tak Jadi ke Persib?
-
Arteta Puji Mentalitas Arsenal Usai Menang Telak 4-1 di Kandang Tottenham
-
Komentar Bojan Hodak soal Debut 3 Menit Dion Markx, Singgung Posisi dan Asal Kompetisi
-
Bojan Hodak: Saya Tidak Melihat Gol, Saya Membutuhkan Kemenangan
-
Borneo FC Dikalahkan Dewa United, Bojan Hodak: Fokus Tim Sendiri
-
Pemain Keturunan Indonesia Masuk Daftar Transfer Terbaik Liga Inggris
-
Thom Haye Mendadak Tinggalkan Persib Bandung, Bojan Hodak Buka Suara
-
Persija Jakarta Wajib Sempurna! Asa Juara BRI Super League di Ujung Tanduk
-
Perpaduan Sains dan Kultur Lokal, Ini Profil Lengkap Asisten Pelatih John Herdman