Suara.com - Jagat sepak bola Tanah Air dikejutkan dengan rilis FIFA terkait adanya sanksi yang dijatuhkan kepada salah satu petinggi klub Liga 1, Bimo Wirjasoekarta, Selasa (4/4) malam WIB. Siapa Bimo Wirjasoekarta?
Bimo Wirjasoekarta adalah salah satu dari nama-nama petinggi klub Liga 1 yang masih berusia muda, bersama dengan Nabil Husein (Borneo FC) dan Raffi Ahmad (RANS Nusantara).
Ia telah terjun ke dunia manajemen sepak bola Tanah Air sejak empat tahun silam, kala usia Bimo baru sekitar 24 tahun.
Sembari menjadi bos tim berjuluk Laskar Padjadjaran itu, Bimo tercatat merupakan petinggi PT Danayasa Arthatama dengan menjabat sebagai direktur di perusahaan berbasis pengelolaan properti itu.
Tak cukup sampai di situ, ia juga sempat memimpin Unit Penyelesaian Kredit Bermasalah di Bank Artha Graha dan bekerja di perusahaan lainnya yakni PT Bhakti Artha Reksa Sejahtera.
Pekerjaannya yang mumpuni tak lepas dari riwayat pendidikan yang mentereng, yakni lulus dari Pendidikan Master of Science (MSc) Security Studies in Politics and Terrorism di University College London pada 2018 lalu.
Selain itu, ia juga bergelar Bachelor of Science (BSc) Politics and International Relations dari University of Westminster London di tahun 2018 pula.
Kiprahnya bersama Persikabo pun cukup menarik. Di tangan Bimo, Laskar Padjadjaran menjadi salah satu kuda hitam di Liga 1.
Pada Liga 1 2019 lalu, Persikabo sempat menorehkan 13 laga beruntun tanpa kekalahan di awal-awal musim di tangan Rahmad Darmawan.
Baca Juga: Respons Persikabo 1973 Setelah FIFA Jatuhkan Sanksi Berat Kepada Presiden Klub
Kehebatan ini tak lepas dari pemain-pemain asing yang punya kualitas mentereng seperti Ciro Alves, Pedro Henrique, Alex Goncalves, hingga kini Bruno Dybal.
Selain pemain asing, Persikabo juga punya pemain lokal yang berlabel tim nasional seperti Syahrul Trisna hingga Dimas Drajad.
Adapun sanksi itu diberikan karena Bimo Wirjasoekarta dinilai bersalah atas tindakan intimidasi, paksaan, ancaman, dan eksploitasi pemain.
Sehingga, sanksi yang diberikan pun tak hanya hukuman melainkan juga denda sebesar CHF 10.000 atau sekitar Rp165 juta.
Adapun sanksi ini diberikan kepadanya diduga karena kasus yang menerpa dirinya dengan pemain asal Brasil, yakni Alex Goncalves.
Pada 2021 lalu, Alex Goncalves sempat melaporkan Persikabo terkait permasalahan gaji yang mengundang atensi banyak pihak, termasuk Presiden Brasil kala itu, Jair Bolsonaro.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Hasil Liga Italia: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Imbangi Juventus
-
Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola
-
Liverpool Tumbang di Markas Brighton, Ini Dalih Arne Slot
-
Hasil Ligue 1: Hajar Nice 4-0, PSG Ambil Alih Puncak Klasemen
-
Jelang Final Piala Liga, Mikel Arteta Singgung Hubungan Pep Guardiola
-
Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an
-
Manchester United Ditahan Imbang Bournemouth, Bruno Fernandes Ngamuk-ngamuk Salahkan VAR
-
Jelang FIFA Series 2026, Pelatih Bulgaria Sindir Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Usai Lebaran 2026, Nonton Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
-
John Herdman Bersih-Bersih! 17 Pemain Dicoret dari Timnas Indonesia