Suara.com - Timnas Indonesia berpeluang besar menghadapi sejumlah negara raksasa dalam drawing babak fase penyisihan grup kejuaraan Piala Asia 2023 nanti.
Tercatat, setidaknya ada lima kontestan yang berstatus sebagai raksasa Asia di kejuaraan ini. Kelima tim ini sama-sama tergabung di pot satu alias tim unggulan pada PIala Asia 2023 senior.
Melihat pembagian pot ini, Timnas Indonesia tentu sangat berpotensi tergabung satu grup dengan kontestan raksasa Asia ini pada babak drawing nanti.
Berikut lima negara raksasa Asia yang berpeluang bergabung satu grup dengan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023:
1. Qatar
Kontestan Piala Asia 2023 pertama yang jadi unggulan ialah Timnas Qatar. Salah satu alasannya yakni karena mereka berstatus sebagai tuan rumah penyelenggara.
Tak hanya itu saja, Qatar juga menyandang status sebagai juara bertahan karena sukses mengangkat trofi pada 2019. Qatar berpeluang bergabung satu grup dengan Indonesia di ajang ini.
2. Jepang
Timnas Jepang tentu menjadi salah satu negara raksasa Asia yang berpeluang besar tergabung satu grup dengan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023.
Baca Juga: 3 Alasan Dirtek Garuda Select Cocok Latih Timnas Indonesia U-17
Tentu saja, Jepang adalah salah satu negara terkuat di Asia. Selain karena duduk di peringkat 20 FIFA, Jepang juga sudah pernah empat kali menjuarai Piala Asia, yakni pada edisi 1992, 2000, 2004, dan 2011.
3. Iran
Selanjutnya, negara kuat yang tergabung di pot keempat pada fase undian grup penyisihan Piala Asia 2023 ialah Iran. Negara ini berada di peringkat kedua Asia karena duduk di ranking 24 FIFA.
Timnas Iran memang punya rekam jejak yang cukup mentereng di ajang ini. Sebab, mereka sudah tiga kali meraih juara di Piala Asia, yakni pada 1968, 1972, dan 1976.
4. Korea Selatan
Untuk saat ini, tak berlebihan jika menyebut Korea Selatan sebagai salah satu kekuatan tangguh di Asia. Sebab, mereka duduk di urutan ketiga Benua Kuning karena berada di ranking 27 FIFA.
Berita Terkait
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang
-
Klub Mees Hilgers Punya Masalah Besar, Eks Pelatih MU Dituding Jadi Biang Kerok
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan