Suara.com - Menu makanan pesepak bola di klub liga Inggris bukan sembarnagan. Bahkan untuk mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan.
Ada ahli gizi berperan menyiapkan makanan untuk sahur. Makanan ini harus membuat pemain kuat lari seharian.
Salah satu cerita itu disajikan BBC di Everton. Di sana sejumlah pemain puasa, di antaranya Doucoure, Onana, Gueye dan penjaga gawang Bosnia Asmir Begovic.
Ahli gizi klub, Lloyd Parker merekomendasikan untuk memberikan para pemain banyak karbohidrat saat sahur.
Sebelum memulai puasa, makanan khas terdiri dari bubur, telur atau selai di atas roti bakar dan jus buah disajikan. Makanan itu diberikan di luar kamar pemain.
Mereka cenderung menikmati tiga hidangan di malam hari.
Hidangan pembuka dimulai dengan sup minestrone, pasta.
Sementara hidangan utama ada nasi. Lalu ditutup dengan selai roly-poly.
"Saya berpuasa setiap hari, saya tidak melewatkan satu hari pun," kata Gelandang Everton, Abdoulaye Doucoure.
Baca Juga: Leicester City Resmi Tunjuk Dean Smith Jadi Pelatih hingga Akhir Musim
Abdoulaye Doucoure bercerita sudah berpuasa sejak kecil. Sekira usia 13 tahun.
"Sudah menjadi normal dan sangat mudah bagi saya. Saya mulai berpuasa pada usia 12 atau 13 tahun dan sekarang saya berusia 30 tahun. Saya mengenal tubuh saya dengan sangat baik - saya memiliki sarapan yang baik sebelumnya yang membantu saya menjalani hari," kisahnya Abdoulaye Doucoure.
Khusus saat Ramadhan, Abdoulaye Doucoure cerita jika koki klub akan sediakan makanan berbuka untuknya. Menunya sama seprti makan siang pemain lain.
“Latihan masih sama selama Ramadhan, tapi saat kita pergi kita mungkin perlu makan lebih lambat dari yang lain, jadi koki menyiapkan makanan untuk kita, memastikan semuanya ada seperti di rumah. Kita mendapatkan makanan halal jadi tidak ada masalah," katanya.
Khusus malam hari, Abdoulaye Doucoure juga menyempatkan diri untuk tarawih di malam hari. Dia juga membaca Al Quran.
“Selama Ramadhan keluarga berkumpul untuk berbuka puasa dan kemudian kami pergi ke masjid untuk Tarawih [sholat malam]. Saya suka saat ini karena Anda bertemu dengan beberapa orang baru juga - Ramadhan adalah momen yang baik bagi umat Islam untuk terhubung dengan kami," kata dia.
"Membaca lebih banyak Al-Qur'an dan belajar darinya adalah sesuatu yang selalu saya lakukan dan, selama Ramadhan, itu adalah sesuatu yang harus ditingkatkan oleh semua Muslim."
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Bungkam Kritik, Nathan Tjoe-A-On Bangkit dan Jaga Asa Willem II Promosi ke Eredivisie
-
Begini Keseharian Wonderkid MU Amir Ibragimov, Penghafal Alquran di Bulan Ramadan
-
Arne Slot Pastikan Cedera Florian Wirtz Tidak Serius
-
Joey Pelupessy Kepergok Balik ke Eredivisie Belanda, Tak Jadi ke Persib?
-
Arteta Puji Mentalitas Arsenal Usai Menang Telak 4-1 di Kandang Tottenham
-
Komentar Bojan Hodak soal Debut 3 Menit Dion Markx, Singgung Posisi dan Asal Kompetisi
-
Bojan Hodak: Saya Tidak Melihat Gol, Saya Membutuhkan Kemenangan
-
Borneo FC Dikalahkan Dewa United, Bojan Hodak: Fokus Tim Sendiri
-
Pemain Keturunan Indonesia Masuk Daftar Transfer Terbaik Liga Inggris
-
Thom Haye Mendadak Tinggalkan Persib Bandung, Bojan Hodak Buka Suara