Suara.com - Gelandang Persib Bandung, Robi Darwis mengaku mendapatkan pengalaman berharga setelah menjalani musim perdananya bersama tim utama Maung Bandung di Liga 1 musim 2022/2023 lalu. Ini adalah musim pertamanya di kancah sepak bola profesional.
Robi meniti karier melalui akademi dan diklat Persib. Pemain berusia 19 tahun itu sempat mencicipi persaingan ketat di Liga 3 bersama Bandung United sebelum bergabung dengan Achmad Jufriyanto dan kawan-kawan.
"Sejak awal, saya ingin mencari pengalaman sebanyak-banyaknya di tim senior. Alhamdulillah, saya mendapat pengalaman sangat berharga, termasuk hasil yang kurang baik di akhir-akhir musim," kata Robi seperti dimuat laman resmi Persib, Senin (1/5/2023).
Setelah menuntaskan kompetisi, skuad Persib sendiri kini sedang diliburkan. Waktu jeda ini dimanfatkan Robi untuk mengevaluasi penampilannya.
Selama satu musim, pemilik nomor punggung 6 itu total bermain 17 kali untuk Persib di Liga 1 2022/2023, 12 di antaranya sebagai starter.
"Saya evaluasi diri sendiri dulu dan sudah tahu juga apa yang menjadi kekurangan di musim lalu. Ini semua saya jadikan modal untuk musim depan agar bisa berkontribusi lebih besar kepada Persib," tukas Robi.
Berita Terkait
-
Persija Jakarta Dihantam Sanksi Jelang Hadapi Persib Bandung
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Beckham Putra Punya Modal Penting Buat Kalahkan Persija Jakarta
-
Mauricio Souza Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib, Persija Bidik Kemenangan di GBK
-
Persib Menjauh, Mental Juara Borneo FC Diuji Saat Jamu Persita
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?