Suara.com - Pernyataan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang menyebut rumput Jakarta Internatinal Stadium (JIS) tak memenuhi standar FIFA jadi perbincangan luas.
Tak sedikit pihak yang kaget dengan pernyataan tersebut mengingat PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sempat mengklaim JIS menggunakan rumput hybrid setara stadion besar klub Eropa.
JIS yang disebut sebagai stadion pertama di Indonesia yang menggunakan jenis rumput hybrid atau perpaduan alami dan sintetis itu disebut punya kualitas yang sama dengan markas Bayern Munich, Allianz Arena.
Penjelasan itu bisa dilihat dari unggahan akun resmi JIS di Instagram @jakintstadium pada 2021 silam.
“Komposisi hibrid adalah 5% rumput sintetis Limonta Mixto dan 95% rumput natural Zoysia Matrella,” tulis akun @jakintstadium dalam unggahannya.
“Keunggulan menggunakan rumput hibrid adalah kemampuan digunakan sampai 1000 jam pertandingan dalam setahun atau dua kali gelar pertandingan dalam sehari."
“Selain stadion kita sebagai perbandingan, stadion-stadion di Eropa seperti Allianz Arena Stadium milik klub raksasa Jerman FC Bayern Munchen, Wanda Metropolitano Stadium di Madrid, Spanyol, hingga Tottenham Hotspur Stadium di London, Inggris juga menggunakan rumput hybrid."
Kini, rumput JIS dianggap tidak sesuai standar FIFA. Hal itu diketahui setelah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono, dan ahli agronomi untuk rumput stadion Qamal Mutaqin melakukan inspeksi pada Selasa (4/7/2023).
Inspeksi dilakukan sebagai upaya untuk mengukur kelayakan stadion yang dibangun pada era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu untuk menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17 2023.
Baca Juga: Persija Imbang Lawan PSM Makassar, Ryo Matsumura: Ini Bukan Pertandingan yang Mudah
Menurut Basuki, berdasarkan hasil evaluasi dan masukan dari Qamal Mutaqin, rumput JIS belum memenuhi standar FIFA.
"Kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya, yang juga mengevaluasi 22 stadion termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games, jelas tidak masuk standar FIFA kalau dengan kondisi sekarang," ujar Basuki.
"Kita akan ganti semua rumput tersebut, sesuai dengan ahlinya beliau. Pak Qamal sebagai ahli agronomi untuk rumput di stadion. Menurut beliau, harus diganti, kalau mau tiga bulan bisa dipakai. Itu jangka pendek saja," jelas Basuki.
Sebelum kualitas rumputnya dipermasalahkan, JIS sudah lebih dulu dianggap tidak layak menggelar pertandingan berstandar FIFA karena masalah faslitas pendukung yakni akses masuk dan keluar serta kantung parkir yang kurang memadai.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Ivar Jenner: Yang Penting Dapat Menit Bermain di Dewa United
-
Pelatih Malut United: Kamu Sudah Analisis Kekuatan Persib Bandung
-
Rafael Struick Tarik Ivar Jenner ke Dewa United
-
Persiapan Maksimal, Gustavo Franca Optimis Raih 3 Poin atas Persib Bandung
-
Malut United Siap Raih Kemenangan Back-to-back atas Persib Bandung
-
Dewa United: Ivar Jenner adalah Banten Warriors
-
Pelatih Persis Solo Tak Gentar, Bidik 3 Poin di Markas PSIM Yogyakarta
-
Pesan Khusus Dewa United untuk Ivar Jenner
-
Selamat Tinggal Sepak Bola Eropa, Ivar Jenner Resmi Perkuat Dewa United
-
Mauro Zijlstra Mau ke Persija Jakarta karena Dapat Tawaran Spesial Ini