Suara.com - Mengenal lebih jauh sosok Gabri Veiga, pemain muda incaran klub-klub besar seperti Liverpool hingga Real Madrid yang justru memilih bergabung klub Arab Saudi, Al Ahli.
Jagat bursa transfer musim panas 2023 di sepak bola Eropa dihebohkan dengan kepindahan pemain muda dari Spanyol, Gabri Veiga, ke Al Ahli.
Gelandang tengah berusia 21 tahun tersebut hijrah ke Al Ahli dengan biaya cukup fantastis yakni 40 juta euro atau setara Rp661 miliar yang jadi klausul rilisnya.
Kepindahannya ini cukup aneh, mengingat pemain yang sebelumnya membela Celta Vigo itu menjadi incaran klub-klub besar Eropa.
Sebut saja klub-klub seperti Liverpool, Manchester City, Chelsea, hingga Real Madrid, tertarik memburu tanda tangannya di musim panas ini.
Bahkan juru transfer Fabrizio Romano sempat mengabarkan bahwa Gabri Veiga sempat akan bergabung Napoli setelah klausulnya ditebus.
Tapi Gabri Veiga justru lebih memilih Al Ahli sebagai pelabuhan kariernya. Ditengarai kepindahan ini karena bayaran besar yang akan didapatkannya.
Dilansir dari Diario Sport, Gabri Veiga akan mengantongi bayaran 12,5 juta euro atau Rp206 miliar per tahunnya saat bergabung Al Ahli.
Bayaran ini melonjak drastis dari bayaran yang ia terima di Celta Vigo, yakni hanya 500 ribu euro atau setara Rp8 miliar per tahunnya.
Berikut profil singkat dari Gabi Veiga, pemain muda Spanyol yang rela bermain di Arab Saudi demi bisa mengantongi gaji fantastis.
Pemain Terbaik Celta Vigo Musim 2022/2023
Gabri Veiga merupakan pesepak bola muda asal Spanyol yang lahir di O Porrino, Provinsi Pontevedra pada 27 Mei 2002 silam.
Kariernya di sepak bola bermula di klub lokal seperti UD Louro Tameiga dan Santa Marina sebelum bergabung akademi Celta Vigo.
Usai menimba ilmu di level akademi, Gabri Veiga naik kelas ke Celta B yang merupakan tim muda Celta Vigo yang berkompetisi di kasta ketiga Spanyol sejak 2019.
Di tahun debutnya bersama Celta B itu, Gabri Veiga mampu mencetak gol debutnya kala timnya tumbang 1-6 dari CD Atletico Baleares.
Berita Terkait
-
Real Madrid Buka Investigasi Resmi Buntut Keributan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni
-
Real Madrid Hancur dari Dalam! Los Blancos Bakal Hukum Berat Valverde dan Tchouameni?
-
Klarifikasi Federico Valverde Usai Dilaporkan Ribut dengan Aurelien Tchouameni
-
Federico Valverde Cedera Kepala usai Berkelahi dengan Tchouameni
-
Ruang Ganti Real Madrid Memanas, Valverde dan Tchouameni Dikabarkan Baku Hantam
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati