Suara.com - Shin Tae Yong merupakan pelatih Timnas Indonesia yang dikenal tegas dan keras, namun dekat dengan para pemainnya. Bagi yang ingin mengenal lebih dekat dengan sosoknya, berikut ini profil dan perjalanan karir lengkap Shin Tae Yong.
Diketahui, Shin Tae Yong pelatih asal Korea Selatan yang dikontrak PSSI untuk melatih Timnas Indonesia sejak Desember 2019. Harusnya kontraknya habis Desember 2023, namun kemudian diperpanjangan lagi sampai Juni 2024.
Mungkin banyak warganet yang penasaran dengan sosok Shin Tae Yong. Nah untuk selengkapnya, simak berikut ini ulasan profil dan perjalanan karir lengkap Shin Tae Yong yang dirangkum dari berbagai sumber.
Profil dan Perjalanan Karir Shin Tae Yong
Shin Tae Yong lahir 11 Mei 1970 di di Yeongdeok, Gyeongbuk, Korea Selatan. Ia menikah dengan Cha Young Ju. Keduanya dikaruniai dua anak bernama Shin Jae Hyuk dan Shin Jae Won. Shin Tae Yong ini dikenal dekat dengan anak-anaknya.
Momen kebersamaan keluarganya kerap diunggah di Shin Tae Yong di akun akun Instagram pribadinya @shintaeyong7777. Dalam foto Instagramnya, Shin Tae Yong juga tampak pernah nonton sepak bola di stadion.
Usai, lulus kuliah di Yeungnam University, Shin terjun sebagai pemain sepak bola dan menghabiskan 12 musim bermain di Ilhwa Chunma. Tahun 1992, Shin meraih K-League Young Player of the Year Award .
Sebelum terjun dunia kepelatihan, Shin merupakan pemain sepakbola yang pernah bergabung di klub Ilhwa Chunma FC, Yeungnam Uni dan Brisbane Roar. Kemudian pada tahun 2005, Ia memutuskan untuk pensiun karena ada cedera kaki.
Kemudian Shin menejadi asisten pelatih di Miron Bleiberg. Tahun 2014, Shin jadi asisten pelatih timnas Korsel (Korea Selatan). Di bawah kepelatihan Uli Stielike dan asisten Shin, untuk pertama kalinya Korea Selatan sukses masuk Final Piala Asia 2015 sejak 27 tahun.
Baca Juga: Kalah dari Korea Utara, Timnas Indonesia U-24 Lolos 16 Besar via Peringkat Ketiga Terbaik?
Pada Desember 2019, Shin dikontrak oleh PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) selama 4 tahun untuk melatih timnas Indonesia, menggantikan posisi Simon Mcmenemy. Kontraknya harusnya berakhir Desember tahun ini, namun kemudian diperanjang hingga Juni 2024.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia U-24 Lolos ke Babak 16 Besar Asian Games 2022, Indra Sjafri Berencana Panggil Ramadhan Sananta Lagi ?
-
Nasib Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022, Permainan Jauh Menurun!
-
Timnas Indonesia U-24 Dikalahkan Korea Utara, Indra Sjafri Kecewa Skuadnya Lalai Antisipasi Set-piece
-
Kirgistan 'Selamatkan' Timnas Indonesia U-24, Bantai China Taipei 4-1
-
Kalah Melawan Korea Utara, Timnas Indonesia Pastikan Tetap Lolos Fase Grup?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026