Suara.com - Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong mendapatkan pujian dari Sandy Walsh karena mampu mengubah kedisiplinan para pemain.
Sandy Walsh menyoroti soal kedisiplinan pemain timnas Indonesia. Menurutnya banyak yang harus diubah terkait kebiasaan dari para pemain.
"Tidak sangat buruk (kedisiplinan). Tapi banyak yang harus diubah," ucap Sandy Walsh di YouTube Sport77 Official.
Menurut pemain KV Mechelen ini, Shin Tae-yong beserta staf pelatih sudah bekerja sangat baik untuk membenahi kedispilinan para pemain.
"Saya rasa pelatih timnas saat ini bekerja dengan sangat baik untuk membehaninya. Dan saya rasa pemain yang lebih senior, dengan lebih banyak pengalaman juga sangat membantu," kata Sandy lagi.
"Mereka saat ini belajar dan pelatih saat ini mengerjakan pekerjaannya dengan sangat baik dan kita akan menjadi lebih baik lagi," imbuhnya.
Kedisiplinan yang dimaksud Sandy Walsh dalam hal ini adalah dalam semua aspek. Mulai dari makanan, latihan, hingga pola tidur.
"Pertama makanan, kemudian pola tidur. Saya tidak tahu jika mereka tidur dengan baik. Saya tahu banyak dari pemain bangun untuk sembahyang (salat) jam 5 pagi. Jadi saya rasa ekitar jam 9 atau 10 sudah tidur untuk mendapatkan 8 jam tidur," beber pemain berusia 28 tahun ini.
"Dalam latihan detail kecil seperti tepat waktu sangat penting. Siap memberikan semuanya 100 persen, tapi ini yang sudah biasa. Menurut saya tepat waktu, sopan, menghormati sayu sama lain juga tidur, pola makan itu yang paling penting," pungkas Sandy.
Baca Juga: Posisi Bermainnya Sama, Sandy Walsh Ungkap Hubungannya dengan Asnawi Mangkualam
Berita Terkait
-
Tidak Belajar dari Kesalahan, Hugo Samir Kembali Pukul Pemain Lawan
-
Sandy Walsh Ungkap 2 Syarat Mau Merumput di Liga Indonesia
-
Bak Adik Sendiri, Sandy Walsh Bantu Marselino Ferdinan Adaptasi di Belgia
-
Bukan Shin Tae-yong, Ini Pelatih Pertama yang Ajak Sandy Walsh Gabung Timnas Indonesia
-
Media Internasional Ramal Timnas Indonesia Bakal Kelabakan Lawan Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey