Suara.com - RANS Nusantara FC meraih hasil mengecewakan dalam konteks mereka bersaing di papan atas BRI Liga 1 2023/2024. Menjamu tim peringkat buncit, Bhayangakara FC, RANS ditahan imbang 1-1 pada laga pekan ke-19 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (9/11) malam.
Setelah imbang 0-0 saat half-time, RANS Nusantara FC bahkan ketinggalan dulu lewat gol Bhayangkara FC yang dicetak Matias Mier pada menit ke-49.
Tim tuan rumah lalu menyamakan skor tujuh menit berselang lewat gol penalti Evandro Brandao. Sayang, setelah itu RANS mengalami kebuntuan dan laga pun berakhir 1-1.
Dengan hasil seri ini, RANS tertahan di peringkat kelima tabel klasemen Liga 1 dengan koleksi 31 poin dari 19 laga.
Sementara itu, tambahan satu angka tak membuat Bhayangkara FC bergerak jauh dari dasar klasemen. Bhayangkara masih ada di peringkat terbawah dengan 9 poin dari 19 pertandingan, terpaut 10 poin dari zona aman.
Di Stadion Maguwoharjo, pada menit ke-49, Matias Mier yang mendapatkan bola liar melepaskan tendangan roket yang langsung meghujam gawang RANS.
Pada menit ke-56, penalti didapat tuan rumah setelah Evandro Brandao dilanggar oleh Dimas Juliono di kotak terlarang. Evandro Brandao sendiri maju jadi eksekutor dan sukses menunaikan tugasnya dengan sempurna.
Susunan Pemain:
RANS Nusantara FC: 97-Hilmansyah; 5-Dallen Doke, 22-Marckho Sandi, 17-Paulo Sitanggang, 13-Samsul Arifin, 45-Taufik Hidayat, 36-Ilham Syah (Antoni Putro 82'), 11-Abdul Rahman (Rizky Pellu 73'), 10-Evandro Brandao, 20-Irfan (Kenshiro Daniels 66'), 7-Octavio Alexandre.
Baca Juga: Bursa Transfer BRI Liga 1: Persib Lepas Putu Gede, Dikembalikan ke Bhayangkara FC
Pelatih: Eduardo Almeida (Portugal)
Bhayangkara FC: 1-Aqik Savik; 4-Andrerson Salles (Muhamad Hargianto 46'), 66-David Maulana (Surya Maulana 46'), 31-Dimas Juliono, 5-Fatchu Rochman, 33-Matias Mier, 29-Reza Kusuma (Indra Kahfi 90+3'), 37-Muhamnad Zulfahmi, 22-Dendy Sulistyawan, 20-Sani Rizki (Raymond Blackwood 67'), 21-Titan Agung (Mhd Ragil 46').
Pelatih: Mario Gomez (Argentina)
Berita Terkait
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Babak Baru Dugaan Rasisme Marc Klok, Laporan Wasit Malaysia Justru Ungkap Fakta Ini
-
Bojan Hodak Murka! Desak Bhayangkara FC Minta Maaf ke Marc Klok Soal Tuduhan Rasisme
-
Usai Cetak Assist Brilian, Layvin Kurzawa Dapat Pujian Selangit dari Bojan Hodak
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati