Suara.com - Setelah dua pertandingan awal dalam babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua, peringkat FIFA negara-negara ASEAN mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Timnas Indonesia, yang dipimpin oleh Shin Tae-yong, menuai hasil yang kurang memuaskan dengan kekalahan telak 1-5 dalam kunjungannya ke markas Irak pada matchday pertama Grup F pekan lalu.
Performa mereka tidak membaik saat bertanding di markas Filipina pada matchday kedua. Di luar ekspektasi, karena di atas kertas diunggulkan menang, Timnas Indonesia hanya bermain imbang 1-1 dalam laga yang digelar di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (21/11) malam WIB.
Sebelum menghadapi Irak dan Filipinaa, peringkat FIFA Indonesia berada di posisi ke-145 dengan total 1.069,82 poin.
Setelah mengalami kekalahan dari Irak, Indonesia mengalami pengurangan poin sebanyak 6,37. Sementara itu, hasil imbang melawan Filipina memberikan tambahan poin sebesar 0,56.
Dengan demikian, setelah dua pertandingan di jeda internasional November ini, Indonesia mengalami pengurangan total 5,81 poin.
Saat ini, total poin tim Garuda menjadi 1.064,01, dan posisi mereka dalam peringkat FIFA edisi November 2023 tetap berada di urutan ke-145.
Berbeda dengan Indonesia, Malaysia berhasil meraih dua kemenangan pada dua laga awal babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran kedua. Harimau Malaya berhasil mengalahkan Kirgiztan dengan skor 4-3 dan Chinese Taipei dengan skor 1-0.
Performa impresif ini memberikan dampak positif terhadap posisi Malaysia dalam peringkat FIFA.
Setelah memenangkan pertandingan melawan Kirgiztan, Malaysia mendapatkan tambahan 15,49 poin. Kemudian, kemenangan atas Chinese Taipei memberikan tambahan poin sebesar 10,66.
Dampak dari hasil tersebut membuat peringkat Malaysia mengalami kenaikan signifikan. Dari posisi awalnya di peringkat ke-137, kini Malaysia naik ke peringkat ke-129 dengan total 1.122,87 poin dalam peringkat FIFA terbaru.
Vietnam, meski kalah dari Irak 0-1 dalam laga kandang kemarin di Grup F, grupnya Timnas Indonesia juga, masih jadi negara ASEAN tertinggi dalam peringkat FIFA.
Ya, meski kekalahan ini membuat Vietnam turun dua peringkat ke posisi 96, dengan total 1.235,58 poin.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Marselino Ferdinan Merapat ke Macan Kemayoran, Jawaban Bos Persija Bikin Penasaran
-
Bikin Timnas Indonesia Berantakan, Patrick Kluivert Dilirik Jadi Asisten Xavi di Belanda
-
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
-
Mees Hilgers Kembali Latihan Bersama FC Twente Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
-
Timnas Indonesia Wajib Waspada, Mesin Gol JDT Selangkah Lagi Bela Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
15 Contoh Teks Doa HUT Ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 yang Penuh Makna
-
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis
-
Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?
-
Daftar Harga HP itel Agustus 2026 Lengkap untuk Pemilih Gadget Murah
-
Tahan Beli, Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp2,8 Juta/Gram Pekan Depan
-
Lewat Cara Ini Biaya Pembangunan Rumah Justru Lebih Murah
-
Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup
-
Guncang Lamongan Sound Fest 2026, SPL Audio Panen Transaksi hingga Terima Penghargaan Bupati
-
4 Rekomendasi Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Prinsip Feng Shui, Mudah Dirawat
-
Asal-usul Lomba Bidar di Palembang, Tradisi Sungai Musi yang Berawal dari Kisah Cinta